Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Upaya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Tim Pembina PKK Kabupaten Nunukan.
Hal itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Ber-Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026, yang salah satu lokasi penilaiannya dipusatkan di Kelurahan Nunukan Timur.
Tim Pembina PKK Kabupaten Nunukan turun langsung melakukan penilaian untuk melihat sejauh mana penerapan PHBS telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan mengatakan, Andi Annisa Muthia, lomba PHBS tidak semata-mata diarahkan untuk mencari wilayah yang terbaik, tetapi menjadi sarana evaluasi sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kelurahan mempersiapkan diri saat lomba, tetapi bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat ini benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Annisa kepada MataKaltara. com, Jumat (18/09/2026).
Menurutnya, penerapan PHBS membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah kelurahan, kader PKK, kader kesehatan, Posyandu hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat.
Dalam proses penilaian, Tim Pembina PKK melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan penerapan PHBS. Di antaranya persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, penimbangan balita secara rutin di Posyandu, penggunaan air bersih, mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur serta kebiasaan tidak merokok di dalam rumah.
Penilaian juga tidak hanya berfokus pada perilaku rumah tangga. Tim turut melihat dukungan pemerintah kelurahan, kelembagaan, keterlibatan masyarakat, keberadaan fasilitas kesehatan serta kegiatan pembinaan dan sosialisasi PHBS yang telah dilaksanakan.
Andi Annisa menambahkan, verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan data administrasi yang disampaikan benar-benar menggambarkan kondisi di masyarakat.
“Kami melakukan verifikasi langsung. Jadi apa yang tertuang dalam administrasi akan kita lihat kesesuaiannya di lapangan, termasuk kondisi lingkungan, Posyandu dan rumah tangga masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap momentum lomba tersebut dapat menjadi pemicu bagi Kelurahan Nunukan Timur dan wilayah lainnya untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat.
“Harapan kita, setelah kegiatan ini selesai, kebiasaan baik tetap berjalan. Karena tujuan akhirnya bukan penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaksanaan penilaian dilakukan melalui dua tahapan, yakni verifikasi administrasi dan tinjauan lapangan. Tim memeriksa kelengkapan dokumen serta bukti pendukung sebelum kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap penerapan PHBS di lingkungan masyarakat.
Kunjungan lapangan mencakup sejumlah titik, termasuk rumah tangga, Posyandu dan lingkungan permukiman di Kelurahan Nunukan Timur.Melalui kegiatan tersebut, Tim Pembina PKK Kabupaten Nunukan berharap gerakan PHBS dapat terus berkembang menjadi budaya hidup masyarakat.
Terlebih Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang membutuhkan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan yang sehat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.












