Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Ada pemandangan berbeda pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.Senin (17/08/2026) pagi, Lapangan Aji Kuning, Desa Mansalong, tidak hanya dipenuhi peserta upacara. Ribuan warga datang dari berbagai penjuru Lumbis Raya untuk menjadi bagian dari peringatan hari kemerdekaan.
Sekitar 3.500 masyarakat dari 28 desa dan empat kecamatan hadir dalam momentum tersebut.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, turut hadir sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara.Yang menarik, kemeriahan peringatan kemerdekaan kali ini bukan hanya terlihat dari jalannya upacara.
Antusiasme masyarakat justru menjadi salah satu gambaran kuat bagaimana momentum 17 Agustus masih menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat di wilayah perbatasan.
Sejak pagi, warga telah berdatangan dan memenuhi kawasan lapangan. Pelajar, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat hingga berbagai unsur lainnya berdiri bersama mengikuti prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat hingga selesai sekitar pukul 09.00 WITA.
Usai upacara, Hermanus menyempatkan diri berbaur dengan masyarakat. Ia terlihat menyalami sejumlah peserta, menyapa pelajar dan berinteraksi dengan warga yang berada di sekitar lokasi.Momen tersebut mendapat respons hangat.
Sejumlah pelajar bahkan terlihat antusias ketika mendapat kesempatan bersalaman dengan orang nomor dua di Kabupaten Nunukan tersebut.
Bagi Hermanus, antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga semangat kebersamaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Peringatan 17 Agustus jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Kita harus memaknainya sebagai momentum untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa dan daerah,” kata Hermanus kepada MataKaltara.com, Selasa (18/08/2026).
Ia mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong dan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pembangunan kepada pemerintah.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kita berharap masyarakat di wilayah ini terus menjaga kebersamaan, bergotong royong dan meningkatkan partisipasi dalam pembangunan,” ujarnya.
Siswa SD Suguhkan Drama PerjuanganSetelah prosesi upacara berakhir, suasana di Lapangan Aji Kuning belum langsung sepi. Berbagai penampilan disuguhkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.
Marching band, fashion show hingga drama kolosal tampil menghibur masyarakat. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari siswa-siswi SDN 001 Lumbis.Mereka membawa penonton masuk ke dalam suasana perjuangan melalui drama kolosal bertema kepahlawanan.
Para siswa memerankan kisah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Penampilan sederhana para pelajar tersebut mendapat apresiasi dari Hermanus.
Menurutnya, kegiatan semacam itu memiliki nilai lebih karena dapat menjadi media bagi anak-anak untuk mengenal sejarah bangsa dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
“Drama kolosal ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa,” ungkapnya.
Ia menilai generasi muda di kawasan perbatasan memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Nunukan.Karena itu, nilai nasionalisme menurutnya perlu terus diperkuat, tidak hanya melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga lewat kegiatan masyarakat.
“Semangat nasionalisme harus terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Lumbis Raya akhirnya bukan sekadar menjadi agenda pengibaran bendera.
Ribuan warga yang datang dari puluhan desa menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih mampu menjadi titik temu masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga gotong royong dan meneguhkan semangat membangun wilayah perbatasan.












