Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nunukan untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.
Para siswa-siswi terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nunukan telah menjalani training center (TC) sejak 4 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, mengatakan pelaksanaan TC sejauh ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Hingga hari ini sudah cukup bagus. Kita sudah mulai memasuki TC sejak tanggal 4 Agustus, jadi sudah satu minggu lebih mereka berlatih,” kata Hasan kepada MataKaltara.com, Jumat (14/08/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian latihan dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.Setelah itu, para anggota Paskibraka akan diberikan waktu istirahat pada 16 Agustus untuk memulihkan kondisi fisik sebelum menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan sehari setelahnya.
“InsyaAllah tanggal 15 akan berakhir dan setelah itu tanggal 16 beristirahat satu hari untuk recovery dan siap melaksanakan tugas selanjutnya. Semuanya sudah berjalan sesuai dengan target yang telah kita tetapkan,” ujarnya.
Hasan menyebut proses pembinaan Paskibraka tahun ini relatif berjalan lancar.Tidak ada kendala besar yang menghambat proses latihan.
Salah satu faktor yang memudahkan pembinaan karena sebagian peserta sebelumnya telah memiliki pengalaman dasar Paskibra melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Selain itu, beberapa peserta juga telah mendapatkan latihan secara mandiri bersama para purna Paskibraka di wilayah masing-masing.
Sebagian peserta lainnya mendapat pembinaan dari Satgas Pamtas.
“Saya kira tidak ada hal yang terlalu sulit karena mereka sebelumnya juga di sekolah sudah dilatih lewat ekstrakurikuler Paskib,” jelasnya.
Ia mengatakan proses seleksi sebelumnya juga telah mempertimbangkan kemampuan fisik dan kedisiplinan calon peserta.
“Karena kita sudah menyaring yang fisiknya bagus dan kemudian disiplinnya tinggi, maka tidak terlalu susah untuk menyesuaikan,” ucapnya.
Kendati pelaksanaan TC berjalan lancar, terdapat satu tantangan yang harus dihadapi dalam pembinaan Paskibraka tahun ini.
Hasan mengungkapkan durasi pemusatan latihan harus dipangkas akibat efisiensi anggaran.Jika pada tahun-tahun sebelumnya TC dapat berlangsung hingga tiga minggu, tahun ini waktu pembinaan hanya sekitar dua minggu.
“Kendalanya adalah waktu yang terbatas akibat efisiensi dana hingga kita harus memangkas waktunya. Biasanya kita mengadakan pelatihan itu sampai tiga minggu, kali ini hanya sekitar dua minggu,” ungkapnya.
Kondisi tersebut kemudian disiasati dengan meningkatkan intensitas latihan.Kesbangpol bersama tim pelatih mengatur pola latihan agar materi yang diberikan tetap dapat diterima peserta meski waktu pembinaan lebih singkat.
Latihan tidak hanya berfokus pada baris-berbaris, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekompakan dan kesiapan mental para anggota Paskibraka.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Hasan optimistis Paskibraka Kabupaten Nunukan dapat menjalankan tugas dengan baik pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menilai para anggota Paskibraka merupakan siswa-siswi terbaik yang telah melalui tahapan seleksi.
“Saya optimistis mereka bisa melaksanakan tugas itu karena kita sudah melatih mereka kedisiplinan, kekompakan, baris-berbaris, dan kita mengambil dari siswa-siswi terbaik yang ada di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.
Menurut Hasan, tugas Paskibraka bukan hanya memastikan prosesi pengibaran dan penurunan bendera berlangsung sempurna.
Ada tanggung jawab yang lebih besar setelah para siswa tersebut menyelesaikan tugasnya pada momentum peringatan kemerdekaan.Diharapkan Jadi Duta Pancasila.












