Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Nasir, menggelar kegiatan reses di wilayah Nunukan, Minggu (17/05/2026).
Kegiatan tersebut dipadati kaum ibu dari berbagai majelis taklim serta pengurus yayasan sosial dan keagamaan yang hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi isu paling dominan.
Para peserta mengaku biaya belanja rumah tangga terus meningkat sehingga memberatkan ekonomi keluarga.
Masyarakat meminta pemerintah lebih aktif menjaga stabilitas harga melalui pengawasan di lapangan serta pelaksanaan pasar murah secara berkala.
“Aspirasi soal stabilitas harga sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani,” kata Nasir kepada MataKaltara.com, Kamis (21/05/2026).
Selain harga bahan pokok, dukungan terhadap pelaku usaha kecil juga menjadi perhatian utama.
Banyak ibu rumah tangga mengaku menjalankan usaha rumahan, namun masih menghadapi kendala modal, peralatan, serta minimnya pelatihan dan pendampingan.
Nasir menilai sektor UMKM memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Ia mendorong dinas terkait untuk lebih aktif turun ke lapangan memberikan pembinaan, membantu proses perizinan usaha, serta memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
“Masih banyak pelaku usaha kecil yang belum memiliki legalitas karena kurang pendampingan. Padahal legalitas sangat penting agar mereka bisa mengakses bantuan dan memperluas pasar,” ujarnya.
Persoalan pendidikan juga mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah warga berharap pemerintah memperluas sosialisasi program beasiswa agar informasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
“Program beasiswa harus benar-benar diketahui masyarakat. Anak-anak daerah tidak boleh kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena kurang informasi,” jelasnya.
Kegiatan reses berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan penyerahan bantuan beras kepada peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Para ibu tampak antusias dan berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.












