Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Kondisi sarana belajar di SMK Negeri 4 Kota Tarakan yang dinilai memprihatinkan memicu perhatian serius Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal itu terungkap saat Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut pada Senin (2/3/2026).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, menegaskan perlunya seluruh pihak terkait segera duduk bersama guna mencari solusi terhadap kondisi sekolah tersebut.
“Kita harus duduk sama-sama, baik Disdik, pemerintah, maupun DPRD. Pembahasannya perlu diperluas, apakah cukup di Komisi IV atau melibatkan beberapa komisi lainnya. Harus ada komitmen bersama, kalau tidak, masalah ini tidak akan selesai,” tegas Syamsuddin, kepada MataKaltara.com, Jumat (13/3/2026) siang.
Politisi PKS itu juga mengusulkan agar pembangunan SMK Negeri 4 Tarakan menggunakan skema anggaran multiyears atau tahun jamak, sehingga pembangunan gedung bertingkat dapat dilakukan secara bertahap namun terencana setiap tahun.
Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi sekolah tersebut.
Syamsuddin mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 pihak sekolah sempat menolak bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) karena rencana pembangunan hanya berupa gedung satu lantai.
“Waktu 2024 mereka sempat menolak karena hanya satu lantai, sementara lahan di sini sangat terbatas. Sayang kalau lahan sempit habis untuk satu lantai saja. Harapannya memang langsung dibangun tiga lantai agar lebih efisien,” jelasnya.
Namun demikian, karena kebutuhan ruang belajar yang mendesak, pihak sekolah akhirnya menerima bantuan DAK tersebut pada tahun 2025.
Syamsuddin juga menyoroti kondisi fisik ruang belajar yang dinilai jauh dari kata layak. Ia menyebut bangunan yang digunakan saat ini lebih menyerupai gudang darurat dibandingkan ruang kelas.
Tanpa plafon dan dengan kondisi dinding yang belum standar, suhu di dalam kelas menjadi sangat panas dan pengap, terutama pada siang hari.
“Kami ingin siswa belajar di kelas yang nyaman seperti sekolah lainnya. Kalau siang di sini sangat pengap,” ujarnya.
Sembari menunggu perencanaan pembangunan jangka panjang, Syamsuddin meminta pemerintah segera mengambil langkah taktis untuk memperbaiki kondisi yang ada.
“Minimal kalau memang harus menunggu satu atau dua tahun untuk pembangunan gedung baru, lakukan dulu pengadaan plafon yang layak. Kasihan siswa belajar dalam kondisi panas seperti itu,” pungkasnya.
Sidak tersebut juga diikuti sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kaltara lainnya, yakni Dino Andrian, Supa’ad Hadianto, Ruman Tumbo, Listiani, dan Siti Laela, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara Wilayah Tarakan, Mustari.












