Nunukan

BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Tetap Disalurkan Selama Ramadan

×

BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Tetap Disalurkan Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap menjadi penopang kebutuhan gizi pelajar, guru, dan tenaga kependidikan meski aktivitas belajar berlangsung di tengah ibadah puasa Ramadan.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, tidak ada penghentian maupun pengurangan layanan selama bulan suci tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan bahwa Ramadan justru menjadi momentum penting untuk memastikan asupan gizi peserta didik tetap terjaga.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen penuh agar hak gizi anak-anak tetap terpenuhi tanpa terkecuali.

“Ramadan tidak boleh menjadi alasan berkurangnya pemenuhan gizi. MBG tetap berjalan, hanya mekanismenya yang kami sesuaikan,” kata Dadan kepada MataKaltara.com, senin (26/01/2026).

Penyesuaian yang dimaksud dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan keagamaan di masing-masing daerah.

Sekolah dengan mayoritas siswa non muslim tetap menerima MBG seperti hari belajar biasa. Sementara di wilayah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, makanan diberikan dalam bentuk kemasan siap saji agar dapat dibawa pulang.

BGN memastikan makanan tersebut disiapkan dengan standar keamanan dan kualitas yang ketat sehingga tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

Tak hanya pelajar, guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari penerima manfaat MBG.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang memperluas cakupan penerima program strategis nasional tersebut.

“Guru dan tenaga kependidikan adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan. Mereka juga berhak mendapatkan dukungan pemenuhan gizi,” ujar Dadan.

Ia menegaskan, seluruh penerima MBG tetap mengacu pada data awal. Tidak ada penghapusan ataupun pengurangan jumlah penerima selama Ramadan.

Dalam kesempatan yang sama, BGN juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi MBG.

Di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik, kelor dan pisang dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi menu sehat bernilai gizi tinggi.

“Bahan pangan lokal mudah diperoleh, bergizi, dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Ini yang terus kami dorong,” jelasnya.

BGN menilai, keberlanjutan pemenuhan gizi selama Ramadan sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta pertumbuhan anak.

Pemerintah, kata Dadan, ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena perbedaan waktu makan.

“Gizi seimbang adalah hak setiap anak Indonesia, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page