Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Banjir yang melanda Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai perlahan surut. Hari ke-13 Tanggap Darurat Bencana (TDB) menunjukkan kondisi semakin membaik, dan warga mulai kembali menjalani aktivitas normal.
Hasanuddin, Kepala Subbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, mengatakan pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) menunjukkan angka jauh di bawah batas normal.
“Di Desa Atap dan Mansalong, air sudah surut, dan rumah-rumah warga kini bebas dari genangan,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, selasa (20/01/2026).
Warga pun menyambut baik kondisi ini. Seperti yang diungkapkan Siti Aminah, warga Desa Atap.
“Alhamdulillah, kami bisa kembali beraktivitas dan anak-anak sekolah lagi. Bantuan dari relawan sangat membantu selama banjir.” ujar Siti.
BPBD bersama unsur terkait, termasuk TNI, Polri, KSB, Destana, Tagana, pemerintah kecamatan, dan relawan, terus memantau wilayah terdampak.
Posko TDB banjir yang selama ini menjadi pusat koordinasi mulai menyiapkan penutupan, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah kejadian susulan.
“Sinergi lintas sektor sangat penting. Kita belajar banyak dari pengalaman ini agar penanganan banjir di masa depan bisa lebih cepat dan tepat,” tambah Hasanuddin.
Masyarakat tetap diimbau waspada, terutama terhadap potensi hujan deras atau banjir susulan, meski kondisi kini sudah lebih aman.
Aktivitas belajar mengajar, pelayanan publik, hingga mobilitas warga kembali lancar, menandai pulihnya kehidupan sehari-hari di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai.












