Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan Sura’i, menyerukan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan segera beralih dari LPG 3 kilogram bersubsidi ke BrightGas 5,5 kilogram.
Imbauan ini disampaikannya dalam kegiatan promosi BrightGas 5,5 kilogram yang digelar Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Utara di halaman Kantor Bupati Nunukan, Selasa (28/10/25).
Menurut Sura’i, kebijakan ini bukan sekadar ajakan, melainkan bentuk penegasan agar ASN memberi contoh yang baik kepada masyarakat.
“Kalau ASN masih berebut gas 3 kilogram, bagaimana program perlindungan subsidi pemerintah bisa berjalan?” ujar Sura’i kepada MataKaltara.com, selasa (28/10/2025) pagi.
Sura’i menambahkan, larangan ASN menggunakan LPG bersubsidi sebenarnya sudah diberlakukan sejak 2022, namun implementasinya belum optimal karena keterbatasan alternatif energi, terutama di wilayah perbatasan seperti Nunukan.
Ia bahkan menilai Pertamina terlambat dalam menyediakan solusi konkret bagi ASN. meski begitu, Sura’i mengapresiasi langkah Pertamina menghadirkan BrightGas 5,5 kilogram dengan harga promo Rp250 ribu untuk tabung perdana berikut isi.
Menurutnya, kebijakan harga yang terjangkau akan mempercepat proses migrasi penggunaan LPG non-subsidi.
“Ini langkah awal yang baik. Minimal ASN sekarang punya pilihan yang jelas, tidak lagi bergantung pada tabung 3 kilogram yang seharusnya untuk masyarakat miskin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sura’i menyoroti fakta bahwa banyak warga, termasuk ASN, di Nunukan masih menggunakan gas elpiji asal Malaysia karena distribusi LPG nasional belum merata.
“Kadang kita tidak bicara soal harga, tapi soal ada barang atau tidak. kalau barang tidak ada, mau ikut aturan pun susah,” katanya.
Ia berharap kehadiran BrightGas 5,5 kilogram menjadi solusi nyata sekaligus bagian dari penguatan ketahanan energi nasional di wilayah perbatasan.namun, ia mengingatkan agar program ini tidak berhenti pada seremoni semata.
“Saya titip satu hal untuk Pertamina: jangan cuma seremonial. pastikan pasokannya lancar, distribusinya mudah, dan harganya tetap rasional,” tegasnya.
Sura’i juga meminta agar jaringan distribusi BrightGas diperluas hingga ke kecamatan-kecamatan terdepan seperti Sebatik, Krayan, Lumbis, dan Sembakung.
Selain itu, ia mengingatkan ASN agar tidak sekadar menunggu kebijakan berjalan, melainkan menjadi contoh dalam disiplin penggunaan energi.
“Subsidi itu hak rakyat kecil. ASN sudah jelas bukan penerima subsidi. sederhana sekali sebenarnya,” pungkasnya.












