Penulis: Rosyid H.Hasan
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pondok Pesantren Nurul Islam Tulin Onsoi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Nunukan. Untuk pertama kalinya, pondok pesantren yang berada di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi, tersebut dipercaya menjadi tuan rumah peringatan yang direncanakan melibatkan pesantren dari Kabupaten Nunukan hingga Kabupaten Malinau.
Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi kedua yang digelar di ruang kelas SMP Nurul Islam, Rabu (29/09/2026). Rapat tersebut menjadi bagian penting untuk mengevaluasi perkembangan persiapan sekaligus memastikan setiap bidang memahami tugas dan tanggung jawabnya menjelang pelaksanaan kegiatan.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustaz La Ode Indaharja, memimpin langsung rapat tersebut. Hadir pula Camat Tulin Onsoi Kristoforus Belake, Sekretaris Camat Farhan A. Bonati, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mukhlis, pendiri pondok pesantren Baharuddin, Ketua MUI Kecamatan Tulin Onsoi Bakri, serta unsur pemerintah desa, TNI-Polri, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan panitia pelaksana.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada pemantapan teknis kegiatan dan penguatan koordinasi antar seksi. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan upacara, pengaturan lalu lintas, pengamanan, protokol acara, dukungan logistik hingga keterlibatan pelajar dan santri dari berbagai pondok pesantren.
Ustaz La Ode Indaharja menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan HSN membutuhkan kerja sama seluruh pihak serta komunikasi yang baik di antara masing-masing bidang.
“Insyaallah kita semuanya bekerja sama. Tinggal bagaimana teknisnya nanti di lapangan. Jalin hubungan komunikasi antar-seksi. Di situ akan terlihat performa masing-masing seksi, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kekurangan yang masih ada,” kata La Ode kepada MataKaltara.com, Minggu (11/10/2026).
Selain upacara peringatan, panitia juga mempersiapkan sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya lomba cerdas cermat, pawai dan tabligh akbar. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk menyemarakkan peringatan HSN sekaligus mempererat hubungan ant santri, pondok pesantren dan masyarakat.
Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor karena kegiatan tersebut melibatkan banyak unsur. Menurutnya, setiap bidang perlu menindaklanjuti hasil rapat dan memastikan seluruh kebutuhan teknis dipersiapkan dengan baik.
“Sekarang kita fokus pada kesiapan di lapangan. Masing-masing seksi sudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Mari kita lihat bersama apakah masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan sebelum pelaksanaan,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan panitia, rangkaian kegiatan HSN 2026 di Pondok Pesantren Nurul Islam dimulai pada 14 Oktober melalui lomba internal pondok pesantren. Selanjutnya, lomba cerdas cermat dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober, sebelum puncak peringatan pada 22 Oktober 2026.
Pada puncak peringatan tersebut, Bupati Nunukan Irwan Sabri diharapkan hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara di Lapangan SMP Nurul Islam, Pondok Pesantren Nurul Islam, Kecamatan Tulin Onsoi.
Rosyid H. Hasan, menyoroti bahwa penyelenggaraan HSN di Tulin Onsoi menjadi kesempatan bagi Pondok Pesantren Nurul Islam untuk memperkuat peran pendidikan pesantren sekaligus membangun kebersamaan lintas wilayah.
Peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan para kiai dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa. Nilai keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan dan semangat kebangsaan diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Melalui persiapan yang semakin dimatangkan, seluruh pihak berharap peringatan HSN 2026 di Pondok Pesantren Nurul Islam dapat berlangsung aman, tertib dan khidmat serta menjadi ruang mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Nunukan dan sekitarnya.










