Pemkab Nunukan

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, SMPN 1 Nunukan Gelar Simulasi SPAB

×

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, SMPN 1 Nunukan Gelar Simulasi SPAB

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – SMP Negeri 1 Nunukan menggelar simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini menjadi langkah nyata membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat perlindungan keselamatan warga sekolah.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Sirajudin, yang mewakili Bupati Nunukan Irwan Sabri, Rabu (21/10/2026).

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakannya, Sirajudin menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan yang menjadi tempat berkumpulnya banyak peserta didik setiap hari.

Menurutnya, simulasi SPAB bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan latihan langsung agar seluruh warga sekolah mampu mengenali potensi bahaya, memahami prosedur penyelamatan diri, serta bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Simulasi ini sangat penting karena keselamatan harus menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan. Kita ingin para siswa tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat, melainkan mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus menyelamatkan diri, dan bagaimana mengikuti prosedur evakuasi dengan benar,” kata Sirajudin kepada MataKaltara.com, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyelamatan diri. Melalui latihan yang terarah, siswa diharapkan mampu melindungi diri, mengikuti instruksi guru, serta melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang aman.

Selain bagi siswa, simulasi ini juga menjadi sarana bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan situasi, memberikan instruksi yang tepat, dan memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman.

“Melalui kegiatan ini, kita membangun kebiasaan tanggap bencana sejak dini. Anak-anak yang memahami langkah penyelamatan diri akan memiliki bekal penting untuk melindungi dirinya sendiri dan membantu mengingatkan anggota keluarga di rumah. Dengan demikian, manfaat edukasi kebencanaan tidak hanya dirasakan di sekolah, tetapi juga dapat meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sirajudin berharap kegiatan SPAB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya keselamatan di sekolah. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung, seperti tim siaga bencana, jalur evakuasi, titik kumpul yang aman, serta prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP) yang dipahami seluruh warga sekolah.

Ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya melalui pemahaman teori, tetapi perlu diperkuat dengan latihan berkala agar setiap orang mengetahui peran dan tanggung jawabnya ketika bencana terjadi.

“Tangguh bukan berarti tidak takut. Tangguh adalah tetap bertindak dengan benar meskipun kita takut. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus dilatih agar ketika bencana benar-benar terjadi, kita dapat bertindak cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana dan perubahan iklim menjadi salah satu indikator tambahan dalam Rapor Pendidikan pada 2026. Karena itu, edukasi dan simulasi kebencanaan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Ia menyebutkan, simulasi tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Program ini melibatkan sebanyak 853 siswa SMP Negeri 1 Nunukan.

“Kegiatan ini merupakan tahapan puncak yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Dengan jumlah siswa sebanyak 853 orang, kami berharap kolaborasi antara instansi terkait dapat terus terjalin untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Nunukan,” pungkasnya.

Melalui simulasi SPAB ini, seluruh warga sekolah diharapkan semakin memahami potensi bahaya di lingkungan sekitar, mengenali prosedur evakuasi, serta memiliki kesiapan untuk bertindak secara tepat saat menghadapi keadaan darurat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh bencana, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman serta keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan semakin terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page