Nunukan

Peringati HAN 2026, SMPN 2 Nunukan Perkuat Sekolah Ramah Anak dan Siap Hadapi Bencana

×

Peringati HAN 2026, SMPN 2 Nunukan Perkuat Sekolah Ramah Anak dan Siap Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan SMP Negeri 2 Nunukan untuk memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, sekaligus tangguh menghadapi bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dalam penguatan perlindungan anak dan pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Nunukan, Yulaikha, mengatakan sekolah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap peserta didik memperoleh rasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap anak, sekolah telah membentuk tim khusus yang menangani kasus perundungan (bullying) maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Penanganan dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait dengan melibatkan orang tua siswa.

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami bermitra dengan BNN, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya. Orang tua juga kami libatkan agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara menyeluruh,” kata Yulaikha kepada MataKaltara.com, Sabtu (25/07/2026).

Selain penguatan perlindungan anak, SMPN 2 Nunukan juga mempersiapkan simulasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Persiapan telah dilakukan sejak Februari, mulai dari penyusunan jalur evakuasi, penetapan titik kumpul, hingga koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam pelaksanaannya nanti, simulasi akan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa.

“Insya Allah simulasi SPAB akan kami laksanakan pada 31 Juli. Kami melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa agar seluruh warga sekolah memahami langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Menurut Yulaikha, SPAB menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, terutama menghadapi kondisi cuaca yang belakangan semakin ekstrem.

Melalui simulasi tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan memahami prosedur evakuasi dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, sekolah juga terus mendorong pengembangan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

Siswa diberi ruang untuk mengembangkan bakat di bidang seni, multimedia, dan kreativitas, termasuk menghasilkan karya yang diikutsertakan dalam berbagai perlombaan.

“Anak-anak tidak hanya kami dorong di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni, multimedia, dan kreativitas. Mereka kami bimbing membuat video interaktif dan berbagai karya untuk diikutsertakan dalam perlombaan. Alhamdulillah, tahun lalu kami juga berhasil meraih prestasi dari kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, SMPN 2 Nunukan berharap mampu menghadirkan satuan pendidikan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga aman, inklusif, ramah anak, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page