Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong pemerataan pembangunan untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan dan pelosok mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi. Penurunan angka kemiskinan hingga 5,27 persen pada 2025 menjadi salah satu capaian yang akan diperkuat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, Bupati Nunukan Irwan Sabri, memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menunjukkan perkembangan positif. Selain penurunan angka kemiskinan dari 5,73 persen menjadi 5,27 persen, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,98 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 69,27 menjadi 69,87.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Namun, kondisi geografis Nunukan yang terdiri atas wilayah perbatasan, pulau-pulau, dan kawasan terpencil membutuhkan perhatian khusus agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari peningkatan indikator statistik, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan hingga tersedianya infrastruktur serta kesempatan meningkatkan pendapatan.
“Pembangunan Kabupaten Nunukan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM menjadi modal penting, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Pemerataan akses pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, hunian layak, dan infrastruktur hingga wilayah terpencil harus terus menjadi perhatian bersama,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Senin (12/10/2026).
Di sektor infrastruktur, Pemkab Nunukan terus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih dan listrik, serta pemenuhan kebutuhan hunian layak. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, menekan hambatan distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ekonomi bagi warga di kawasan yang selama ini sulit dijangkau.
Sementara itu, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sumber daya manusia. Penanganan stunting juga menjadi perhatian penting agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi turut memperkuat kualitas hidup generasi mendatang.
Pada sektor ekonomi, pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Penguatan sektor produktif lokal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan mengurangi kesenjangan ant wilayah.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program pemerintah harus tepat sasaran, dilaksanakan secara efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan,” ucapnya.
Memasuki usia ke-27, Kabupaten Nunukan masih menghadapi tantangan dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Kondisi tersebut menuntut perencanaan yang terarah, pemanfaatan anggaran yang efisien, serta koordinasi lintas sektor agar program prioritas dapat memberikan hasil yang terukur.
Momentum peringatan HUT ke-27 ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah bukan hanya tentang capaian angka, melainkan juga tentang pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemkab Nunukan diharapkan terus memperkuat pelaksanaan program prioritas agar penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan.
Dengan demikian, kemajuan Kabupaten Nunukan tidak hanya terlihat dari pertumbuhan indikator pembangunan, tetapi juga dari semakin mudahnya masyarakat memperoleh pelayanan dasar, berkembangnya usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan warga hingga ke wilayah perbatasan dan pelosok daerah.












