Harunya Veteran di Nunukan Saat Terima Merah Putih dari Wartawan: Perjuangan tak Boleh Padam

oleh

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Dengan peci hitam di kepala dan kacamata yang menutupi matanya yang mulai rabun, Azis Jaya (85) berdiri tegak di teras rumah kayunya di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Tangan tuanya menggenggam erat bendera merah putih yang diserahkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan.

Di usianya yang senja, Azis masih menyimpan bara semangat juang saat menjadi bagian dari barisan pejuang konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Meski tak lagi diundang dalam upacara HUT ke-80 RI, ia mengaku tetap setia pada pesan perjuangan yang pernah ia jalani.

“Bagi saya, merah putih harus tetap berkibar. Itu perjuangan tak boleh padam,” ucapnya kepada MataKaltara.com dengan suara bergetar, Senin (18/08/2025), sore.

Azis Jaya, salah satu veteran yang menerima bendera merah putih dan Sembako mengaku tersentuh atas perhatian PWI.

Ia berharap generasi muda tidak pernah berhenti mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

“Jangan lupakan pengorbanan para pejuang. Persatuan itu harga mati,” ujarnya.

Momen itu menjadi bagian dari aksi sosial PWI Nunukan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Selain menyerahkan bendera merah putih, wartawan juga menyalurkan puluhan paket sembako bagi para veteran serta masyarakat kurang mampu di Nunukan.

Ketua PWI Nunukan, Taslee, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang sekaligus wujud kepedulian wartawan kepada masyarakat.

“Bendera merah putih kita bagikan agar semangat nasionalisme terus berkibar di tengah masyarakat, sementara sembako diharapkan bisa sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari bagi warga yang kurang mampu,” ucap Taslee.

Ia menjelaskan, paket bantuan tersebut berasal dari gotong royong para wartawan yang tergabung di PWI, SIWO, dan SMSI Nunukan.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini tidak sekadar seremonial, tapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Wartawan Hadir untuk Masyarakat Ketua Dewan Penasehat PWI Nunukan, Gazalba Tahir, menegaskan bahwa wartawan bukan hanya bertugas menulis berita, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat.

Dia menyampaikan bahwa, aksi sosial akan terus digelar secara berkelanjutan. Bagi wartawan, menjaga semangat kemerdekaan bukan hanya lewat pena, tapi juga lewat aksi nyata di lapangan.

“Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi di momentum HUT ke-80 RI ini, kami ingin membuktikan indahnya berbagi,” ungkap Gazalba.

Warga Apresiasi PWI Kegiatan sosial PWI Nunukan juga menyasar warga kurang mampu. Sejumlah paket Sembako dibagikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Respon positif datang dari warga, salah satunya Ketua RT 20 Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan Zainuddin.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih, bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama yang kondisinya memang membutuhkan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *