Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar silaturahmi dan ramah tamah bersama Bupati Nunukan, kepala desa, tokoh adat, serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Sebuku di Aula Hotel Aulia Tulin Onsoi, Kamis (10/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi serta persoalan pembangunan yang masih dihadapi di wilayah Tulin Onsoi dan Sebuku.
Dalam kesempatan itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya melihat dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat, baik pembangunan infrastruktur maupun pelayanan dasar.
Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum dapat diselesaikan sehingga membutuhkan dukungan dan koordinasi semua pihak.
“Bupati tidak bisa mengerjakan pembangunan suatu daerah tanpa kolaborasi dan sinergi dari camat, kepala desa, tokoh adat dan masyarakat,” kata Irwan kepada MataKaltara.com, Jumat (11/09/2026).
Ia juga meminta para camat dan kepala desa untuk aktif menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata dia, diharapkan dapat segera dilaporkan kepada OPD pengampu sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.
“Setiap ada keluhan masyarakat, saya harap kepala desa dan camat segera melaporkan kepada OPD pengampu,” ujarnya.
Bupati Irwan juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari hal-hal yang dapat memecah belah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Harus berkolaborasi, jangan sampai ada yang memecah belah,” ucapnya.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi menghasilkan masukan konkret yang dapat menjadi bahan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan.
“Semoga pertemuan ini bisa membuahkan hasil yang positif dan harapan masyarakat bisa kita penuhi,” tuturnya.
Sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat turut menyampaikan aspirasi dalam pertemuan tersebut. Salah satunya Kepala Desa Makmur Kecamatan Sebuku Muliana yang mengungkapkan kondisi infrastruktur, khususnya jembatan, yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Basnar, menyampaikan sejumlah usulan terkait pembangunan jalan dan jembatan. Menurutnya, akses transportasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Kami meminta kembali akses jembatan menuju kewilayah desa kami bisa dianggarkan karena itu sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Selain jalan dan jembatan, Basnar juga menyampaikan kebutuhan pembangunan atau penyediaan perumahan bagi guru dan tenaga kesehatan.
Keberadaan fasilitas tempat tinggal dinilai penting untuk menunjang keberlangsungan pelayanan pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan akses.
Masyarakat juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah. Salah satunya akses jalan di wilayah SP yang sebagian telah mendapatkan peningkatan melalui pengaspalan.
Namun, pembangunan tersebut masih menyisakan kebutuhan lain, terutama ketersediaan air bersih.
“Kami berterima kasih karena akses jalan di SP sudah ada yang diaspal. Namun, untuk menuju kedesa kami masih membutuhkan perhatian dan belum tersedianya air bersih b. Kami berharap bisa diberikan akses tersebut,” pungkasnya.
Masyarakat juga berharap peningkatan akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi lainnya dapat terus menjadi perhatian pemerintah, termasuk penyediaan dan perbaikan jembatan serta dukungan tenaga pendidik dan kesehatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan masyarakat.
Berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi gambaran kebutuhan masyarakat di dua kecamatan, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, air bersih, fasilitas pendukung pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran, dengan tetap mengedepankan koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar berbagai persoalan pembangunan di Kecamatan Tulin Onsoi dan Sebuku dapat ditangani secara bersama-sama.












