Pemkab Nunukan

TP PKK Nunukan Salurkan Bantuan Peralatan Produksi, Dorong UMKM dan Kerajinan Lokal Naik Kelas

×

TP PKK Nunukan Salurkan Bantuan Peralatan Produksi, Dorong UMKM dan Kerajinan Lokal Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA. COM NUNUKAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nunukan menunjukkan dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui penyaluran bantuan peralatan produksi bagi kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta kelompok kerajinan di sejumlah kecamatan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Panggung Paras Fest, Ruang Terbuka Publik (RTP) Nunukan, Rabu malam (07/10/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Nunukan, Wakil Bupati Nunukan, Pj. Sekda dan Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan.

Bantuan tersebut menyasar delapan kelompok UMKM dan empat kelompok kerajinan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan.

Delapan penerima bantuan peralatan produksi UMKM yakni UMKM Jaya Berkah Kelurahan Nunukan Utara, UMKM Dapur Muspel Kelurahan Selisun, UMKM Rezkita Nunukan Selatan, UMKM Dapur Dashat Desa Tanjung Karang, UP2K PKK Desa Sungai Nyamuk, UP2K PKK Kembang Perbatasan Desa Sungai Limau, UP2K PKK Mawani Desa Lapri, serta UMKM Bersinergi Jaya Desa Srinanti.

Sementara untuk sektor kerajinan, bantuan diberikan kepada Kelompok Anyaman Semata Lumbis Ogong, Kelompok Anyaman Kalampising Lumbis, Kelompok Anyaman Permata Lumbis, dan Kelompok Anyaman Lestari Binusan.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen TP PKK dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan kelompok usaha yang berada di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, bantuan peralatan produksi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian fasilitas, tetapi juga sebagai upaya membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas dan kualitas produk.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan kami kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan kelompok kerajinan. Kami berharap peralatan yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kualitas produk, sekaligus membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Annisa kepada MataKaltara.com, Kamis (08/10/2026).

Ia menegaskan, keberadaan UMKM dan kelompok kerajinan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, TP PKK berupaya mendorong agar potensi usaha yang ada di berbagai kecamatan dapat terus berkembang dan memiliki daya saing.

“Kita ingin usaha-usaha yang tumbuh dari keluarga dan desa ini bisa semakin kuat. Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan di lingkungan sekitar, tetapi juga ke depan bisa berkembang, memiliki kemasan dan kualitas yang lebih baik, sehingga mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Andi Annisa juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada penerimaan peralatan saja. Para penerima diharapkan mampu meningkatkan produksi, melakukan inovasi dan terus mengembangkan produk sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi para pelaku UMKM dan kelompok kerajinan untuk terus berinovasi. Yang paling penting adalah bagaimana peralatan ini digunakan secara optimal sehingga memberikan dampak nyata terhadap usaha dan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Selain UMKM, perhatian juga diberikan kepada kelompok kerajinan lokal. Menurut Andi Annisa, produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Nunukan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari identitas dan kekayaan daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Kerajinan yang ada di Nunukan ini merupakan potensi daerah yang harus kita jaga dan kembangkan. Kita ingin produk-produk kerajinan dari berbagai kecamatan bisa semakin dikenal, tidak hanya di Nunukan, tetapi juga di luar daerah,” jelasnya.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya TP PKK Kabupaten Nunukan dalam mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Andi Annisa berharap sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, pelaku UMKM, kelompok UP2K dan perajin dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi mampu menciptakan usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

“Harapan kami tentu bukan hanya hari ini menerima bantuan, tetapi setelah ini ada perkembangan. Produksinya meningkat, usahanya semakin maju, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page