Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menghadiri Upacara Ziarah Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jaya Sakti, Kabupaten Nunukan, Jumat (02/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Momentum tersebut juga dimanfaatkan Arpiah untuk mengajak masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Arpiah, Pancasila memiliki konteks yang sangat kuat bagi masyarakat Kabupaten Nunukan. Sebagai daerah perbatasan, masyarakat Nunukan hidup dalam keberagaman, berinteraksi dengan berbagai latar belakang budaya, serta menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
“Bagi Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, pengamalan nilai Pancasila memiliki konteks yang kuat. Masyarakat hidup dalam lingkungan yang beragam, memiliki interaksi lintas wilayah dan budaya, serta menghadapi perkembangan informasi dan teknologi yang semakin cepat,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Sabtu (03/10/2026).
Ia menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Arpiah menyebut persatuan, toleransi, gotong royong, cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama sebagai nilai yang perlu terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang dialog mengenai bagaimana nilai persatuan, toleransi, gotong royong, cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Politisi PKS itu, juga menilai masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan kebangsaan dan memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena itu, menurut Arpiah, generasi muda perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai Pancasila di tengah perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi.
“Pancasila bukan hanya untuk diucapkan, tetapi untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Arpiah mengatakan, persatuan Indonesia dibangun di atas keberagaman. Dalam konteks Kabupaten Nunukan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, membangun semangat gotong royong dan menjaga lingkungan sosial merupakan bagian nyata dari pengamalan Pancasila.
Ia berharap momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI dapat semakin memperkuat semangat kebangsaan, persatuan dan kepedulian masyarakat.
“Semangat kebangsaan harus terus dirawat bersama. Masyarakat perbatasan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.












