Pemkab Nunukan

Forkopimcam Sebatik Timur Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan di Wilayah Perbatasan

×

Forkopimcam Sebatik Timur Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan di Wilayah Perbatasan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memperkuat koordinasi dalam meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan konflik sosial di wilayah perbatasan.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Rakor Forkopimcam) yang digelar di Ruang Pertemuan BPU Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Rabu (30/09/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nunukan itu dibuka Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, hadir sebagai narasumber utama bersama jajaran kepala bidang di lingkungan Bakesbangpol.

Rakor berlangsung secara interaktif dengan Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, bertindak sebagai moderator.

Zainal Abidinsyah menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, posisi Sebatik sebagai kawasan perbatasan negara membutuhkan kewaspadaan dan kepekaan bersama, terutama dalam mendeteksi persoalan sosial sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Koordinasi dan komunikasi harus terus kita perkuat. Setiap persoalan di tengah masyarakat hendaknya dapat dideteksi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” kata Zainal kepada MataKaltara.com, Kamis (01/10/2026).

Ia menyebut, Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur telah melakukan sejumlah langkah preventif dalam menjaga kondusivitas wilayah. Salah satunya melalui pendekatan kekeluargaan dan restorative justice (RJ) dalam penyelesaian perselisihan sosial.

“Kurang lebih ada lima kasus perselisihan sosial yang telah kami mediasi dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan restorative justice,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata Zainal, menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama aparat dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga hubungan sosial tetap harmonis.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan Hasan Basri dalam pemaparannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dalam membangun sistem kewaspadaan serta budaya deteksi dini.

Menurutnya, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

“Sebatik Timur adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan ini secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, hasil pembahasan dalam Rakor Forkopimcam tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam pemetaan Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN) Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan.

Hasan mengapresiasi soliditas unsur Forkopimcam serta tokoh masyarakat yang selama ini turut berperan dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Sebatik Timur.

Ia berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga berbagai potensi kerawanan sosial di wilayah perbatasan dapat diantisipasi sejak dini.

Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan di Sebatik Timur diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page