Pemkab Nunukan

Belajar Menganyam Langsung, Ketua Dekranasda Nunukan Dorong Kerajinan Rotan Naik Kelas

×

Belajar Menganyam Langsung, Ketua Dekranasda Nunukan Dorong Kerajinan Rotan Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kerajinan rotan bukan sekadar produk rumah tangga. Di balik anyaman yang tampak sederhana, tersimpan keterampilan tradisional sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu terlihat saat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, mengunjungi kelompok pengrajin rotan di Balai Adat Desa Langguson, Sabtu (12/09/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Annisa tak hanya melihat proses pembuatan kerajinan. Ia turut duduk bersama para pengrajin dan mencoba langsung menganyam rotan.

Dengan tangan sendiri, Annisa mempelajari tahapan dasar penganyaman, mulai dari menyiapkan dan menyusun bahan rotan hingga membentuknya menjadi berbagai produk, seperti keranjang dan perlengkapan rumah tangga.

Bagi Annisa, pengalaman tersebut menjadi bagian penting untuk memahami secara langsung proses sekaligus tantangan yang dihadapi para pengrajin dalam mempertahankan kerajinan tradisional.Ia menilai kerajinan rotan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Selain memiliki nilai budaya, produk anyaman juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila dikembangkan dengan desain yang lebih kreatif dan menyesuaikan kebutuhan pasar.

“Kerajinan seperti ini harus terus kita jaga dan kembangkan. Selain melestarikan keterampilan masyarakat, hasil kerajinan juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi para pengrajin,” kata Annisa kepada MataKaltara.com, Sabtu (12/09/2026).

Menurutnya, pengembangan kerajinan tidak cukup hanya mempertahankan teknik tradisional. Kreativitas, kualitas produk, kemasan, hingga kemampuan membaca selera pasar juga menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bersaing.

Karena itu, ia mendorong para pengrajin untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan karakter dan identitas lokal yang menjadi kekuatan utama produk kerajinan Nunukan.

Annisa juga memastikan Dekranasda Kabupaten Nunukan akan terus memberikan perhatian kepada pelaku kerajinan melalui pembinaan, promosi, serta pengembangan produk.

“Kita ingin kerajinan masyarakat tidak hanya berhenti sebagai produk untuk kebutuhan lokal, tetapi bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” jelasnya.

Ia berharap keterampilan menganyam yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap dipertahankan dan dapat diteruskan kepada generasi muda.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda dan para pengrajin dinilai menjadi kunci agar kerajinan lokal dapat terus bertahan sekaligus berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.

Dengan sentuhan kreativitas dan dukungan yang berkelanjutan, anyaman rotan diharapkan tak hanya menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Nunukan, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan sekaligus produk yang membawa nama daerah ke pasar yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page