Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di lingkungan SMP dan SMA Katolik Frateran Santo Gabriel Nunukan. Untuk pertama kalinya, dua lembaga pendidikan tersebut menyatukan langkah dengan menggelar upacara gabungan di Lapangan Santo Gabriel, Jumat (14/08/2026).
Bagi Kepala Sekolah SMA Katolik Frateran Santo Gabriel Nunukan, Anselmus Nong Sareng, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni memperingati Hari Pramuka. Lebih dari itu, upacara gabungan menjadi awal membangun kebersamaan yang lebih kuat antara SMP dan SMA.
Anselmus mengatakan, terlaksananya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama kedua lembaga yang sejak awal sepakat membentuk panitia bersama.
“Terlaksananya apel bersama Hari Pramuka ke-65 ini di Lapangan Santo Gabriel untuk dua lembaga SMP dan SMA Katolik Frateran Santo Gabriel Nunukan itu adalah berkat kerja sama yang apik dan epic dari kedua lembaga,” kata Anselmus kepada MataKaltara.com, Jumat (14/08/2026).
Dari kerja sama tersebut, lanjut dia, muncul gagasan untuk tidak hanya melaksanakan apel bersama, tetapi juga menggelar berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan peserta didik.
“Dari pembentukan panitia kecil kedua lembaga ini lahirlah gagasan apel gabungan kemudian mengadakan lomba-lomba tradisional,” ujarnya.
Menurut Anselmus, kegiatan tahun ini menjadi catatan tersendiri karena sebelumnya pelaksanaan kegiatan Pramuka di SMP dan SMA Katolik Frateran Santo Gabriel dilakukan secara terpisah.
Mulai dari kegiatan perkemahan hingga upacara peringatan Hari Pramuka, masing-masing lembaga melaksanakannya sendiri.Karena itu, kegiatan gabungan tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi menjadi awal dari tradisi baru yang lebih kolaboratif.
Anselmus bahkan telah memproyeksikan kegiatan yang lebih besar pada peringatan Hari Pramuka tahun depan.
“Bahkan untuk tahun ke depan kami akan merancang bagaimana kegiatan bersama bukan hanya upacara tetapi kemah Pramuka juga dilaksanakan secara bersama,” jelasnya.
Ia menilai, kegiatan Pramuka memiliki ruang yang luas untuk menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepemimpinan kepada peserta didik.
Karena itu, semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan secara bersama, semakin besar pula kesempatan siswa untuk membangun kerja sama dan persaudaraan.
“Kesannya itu ada kebersamaan, dan pesan saya ke depan kita akan mengadakan acara bersama lebih banyak lagi dan lebih meriah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ke depan dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk upacara dan perlombaan, tetapi juga kegiatan perkemahan yang melibatkan siswa SMP dan SMA secara bersamaan.
“Tidak hanya apel, atau lomba saja tetapi kita bisa laksanakan kemah Pramuka secara bersama yang bisa kita laksanakan di Lapangan Santo Gabriel ini,” pungkasnya.
Semangat kebersamaan tersebut dinilai sejalan dengan pesan Hari Pramuka ke-65 yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut menempatkan Gerakan Pramuka tidak hanya sebagai wadah pembentukan karakter, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi bangsa.
Dalam konteks pendidikan, Anselmus berharap nilai-nilai yang dibangun melalui kegiatan Pramuka dapat terus dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara gabungan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Muhammad Mansur, selaku pembina upacara, serta Suwarno, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara.
Bagi keluarga besar SMP dan SMA Katolik Frateran Santo Gabriel Nunukan, peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini akhirnya bukan hanya menjadi momentum memperingati perjalanan Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi dua lembaga dalam membentuk generasi muda yang lebih kompak, mandiri dan berkarakter.












