Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, MALINAU – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara daerah pemilihan Malinau, Agus Salim, melaksanakan agenda reses di Lapangan Borneo, Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, pekan lalu.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan itu, mayoritas warga menyoroti persoalan sektor pertanian dan perkebunan.
Masyarakat mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh bantuan pemerintah, mulai dari bibit tanaman, pupuk, alat pertanian hingga dukungan untuk pengembangan kebun masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Agus Salim mengatakan sektor pertanian dan perkebunan hingga kini masih menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Malinau.
Karena itu, ia menilai perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani harus terus ditingkatkan.
“Banyak masyarakat berharap akses bantuan pertanian dan perkebunan bisa lebih mudah. Ini menjadi perhatian kami dan akan kami dorong agar dapat masuk dalam program pemerintah,” kata Agus kepada MataKaltara.com, Rabu (27/05/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, agenda reses harus benar-benar menjadi sarana memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan formal tahunan.
Ia memastikan berbagai usulan warga akan dicatat dan dikawal agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan daerah.
“Kami ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa mendapat perhatian serius. Semua masukan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.
Selain persoalan pertanian, warga juga meminta perhatian terhadap pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Beberapa usulan yang disampaikan berkaitan dengan akses jalan dan fasilitas pendukung di wilayah pedesaan.
Agus Salim menilai pembangunan desa harus dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi agar program pembangunan yang dijalankan pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan warga di lapangan.
“Masukan masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas pembangunan. Kami ingin program yang dijalankan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.












