Nunukan

Plafon UGD Puskesmas Sei Nyamuk Ambruk, DPRD Nunukan Minta Evaluasi Menyeluruh

×

Plafon UGD Puskesmas Sei Nyamuk Ambruk, DPRD Nunukan Minta Evaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Insiden ambruknya plafon di area depan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, menuai sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Nunukan.

Bangunan yang baru selesai direhabilitasi beberapa bulan lalu itu dinilai perlu segera dievaluasi secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 25 Mei 2026, saat hujan deras mengguyur wilayah Sebatik.

Suasana di puskesmas mendadak panik ketika bagian plafon di jalur masuk UGD tiba-tiba runtuh.

Sejumlah staf dan warga yang tengah berteduh langsung berlarian keluar menyelamatkan diri.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian itu membuat pengunjung dan petugas kesehatan syok lantaran lokasi plafon yang ambruk berada di area pelayanan vital yang setiap hari digunakan masyarakat.

Menanggapi kejadian tersebut, sejumlah anggota DPRD Nunukan turun langsung meninjau lokasi.

Di antaranya Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Mulyono, anggota Komisi II Triwahyuni, serta Firman Latif.

Andi Mulyono menegaskan, insiden itu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan penanganan darurat.

“Ini fasilitas publik, apalagi UGD. Standar keamanan dan kualitas pekerjaannya harus benar-benar diperhatikan. Sangat disayangkan karena bangunan ini baru selesai direhabilitasi,” kata Andi kepada MataKaltara.com, Rabu (27/05/2026).

Ia juga menyoroti proyek rehabilitasi yang diketahui menelan anggaran sekitar Rp494 juta dari APBD Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2025.

Menurutnya, dengan nilai anggaran tersebut, hasil pekerjaan seharusnya lebih maksimal dan aman digunakan dalam jangka panjang.

“Kalau baru beberapa bulan sudah mengalami kerusakan seperti ini, tentu harus ada evaluasi total. Kami ingin dinas terkait benar-benar mengecek kualitas pekerjaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Triwahyuni menilai lemahnya pengawasan proyek menjadi salah satu hal yang harus dibenahi pemerintah daerah.

Ia meminta setiap pekerjaan fisik, khususnya fasilitas kesehatan, diawasi secara ketat sejak awal hingga selesai.

“Jangan hanya administrasi yang dianggap selesai, tapi kualitas di lapangan diabaikan. Ini harus jadi pelajaran bersama,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Firman Latif. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di fasilitas pelayanan publik lainnya.

“Keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah prioritas. Karena itu evaluasi terhadap pelaksana proyek maupun pengawas pekerjaan harus dilakukan secara serius,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Sei Nyamuk, Mardawiah, mengaku terkejut menerima laporan ambruknya plafon tersebut. Saat kejadian, dirinya sedang berada di luar lokasi mengikuti kegiatan lain.

“Saya mendapat laporan dari staf beserta video kondisi plafon yang sudah jatuh. Setelah itu saya langsung kembali ke puskesmas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proyek rehabilitasi puskesmas tersebut baru selesai pada akhir tahun 2025.

Karena itu, kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Memang baru selesai beberapa bulan lalu, jadi kami juga kaget kenapa bisa terjadi seperti ini,” pungkasnya.

Meski area terdampak telah diamankan, Mardawiah memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal, termasuk layanan UGD.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Sei Nyamuk tersebut dikerjakan oleh CV Bahtera Bakti menggunakan anggaran APBD Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2025.

Kini DPRD Nunukan meminta pemerintah daerah melalui dinas teknis dan Inspektorat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page