Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Pusat Perbukuan (Pusbuk) serta Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (9/4/2026).
Rombongan dipimpin Ketua Pansus IV, Dr. Syamsuddin Arfah, bersama anggota Tamara Moriska, Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, dan Dino Andrian. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Pusbuk, Supriyanto.
Syamsuddin Arfah menyampaikan, pembahasan Raperda kini telah memasuki tahap substansi pada batang tubuh dan ditargetkan segera rampung. Regulasi ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam pengembangan literasi di Kalimantan Utara.
“Pembahasan sudah sampai pada batang tubuh. Kami berharap perda ini bisa menjadi pilot project dan rujukan bagi daerah lain,” ujarnya, kepada MataKaltara.com, Minggu (12/4/2026) siang.
Ia menambahkan, keberadaan Raperda ini diharapkan mampu mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem perbukuan di daerah.
Sementara itu, Kepala Pusbuk, Supriyanto, memberikan apresiasi atas langkah DPRD Kaltara yang dinilai progresif. Ia menyebut Kalimantan Utara sebagai provinsi pertama yang menginisiasi regulasi perbukuan secara komprehensif di tingkat daerah.
Menurutnya, penguatan tata kelola perbukuan menjadi kunci dalam menghadirkan buku yang berkualitas, terjangkau, dan merata bagi masyarakat.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, yakni rendahnya daya baca meskipun minat baca siswa tercatat cukup tinggi, mencapai 98 persen. Hal ini dinilai berkaitan dengan kualitas serta kesesuaian buku dengan usia pembaca.
Melalui pembahasan Raperda ini, DPRD Kaltara berharap dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab tantangan tersebut, sekaligus mendorong peningkatan literasi secara menyeluruh di daerah.












