Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Polemik pembagian hasil kebun plasma PT Abdi Borneo Plantation kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Bulungan bersama masyarakat dan Pemerintah Daerah, Selasa (19/01/2026).
Rapat tersebut berlangsung cukup dinamis dan diwarnai berbagai pertanyaan dari perwakilan masyarakat terkait transparansi hasil plasma.
Menanggapi hal tersebut, Penasehat PT Abdi Borneo Plantation, Purwanto, menegaskan bahwa pihak perusahaan telah menjalankan seluruh kewajiban sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menyebut, sejak awal pengelolaan plasma dilakukan secara profesional dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Purwanto menjelaskan, perusahaan secara konsisten memisahkan keuangan kebun plasma dari operasional inti perusahaan. Bahkan, seluruh transaksi dicatat dan dilaporkan secara berkala kepada koperasi yang menjadi mitra pengelola.
“Setiap tiga bulan kami selalu menyampaikan laporan keuangan plasma kepada koperasi, lengkap dengan rincian perhitungan hasil,” kata Purwanto kepada MataKaltara.com, selasa (19/01/2026).
Ia menambahkan, pada periode terakhir perusahaan telah menyalurkan hasil plasma senilai sekitar Rp635 juta kepada koperasi.
Dana tersebut, lanjut Purwanto, sepenuhnya menjadi tanggung jawab koperasi untuk didistribusikan kepada anggota sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, perusahaan tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri pembagian hasil kepada masyarakat, karena hal itu merupakan urusan internal koperasi.
“Perusahaan hanya sampai pada tahap penyaluran. Soal pembagian ke anggota, itu kewenangan penuh koperasi,” katanya.
Purwanto menilai, munculnya ketidakpuasan di tengah masyarakat kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya komunikasi di tingkat internal koperasi.
Meski demikian, pihak perusahaan tetap berkomitmen untuk bersikap terbuka dan kooperatif.
“Kami siap hadir dan memberikan klarifikasi kapan pun dibutuhkan, termasuk membuka data yang menjadi kewenangan kami. Harapannya, persoalan ini bisa diselesaikan secara bijak dan transparan,” tutupnya.








