Wisata di Balik Tembok Lapas SAE Lanuka Nunukan Jadi Primadona Libur Natal dan Tahun Baru 2026

oleh
Oplus_131072

Penulis: Fidelis | Editor: Arfan

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Siapa sangka, kawasan lembaga pemasyarakatan kini justru menjadi tempat favorit warga untuk menghabiskan waktu liburan. SAE Lanuka, objek wisata yang berada di dalam Lapas Kelas II/B Nunukan, ramai dipadati pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Sejak pagi hari, pengunjung silih berganti memasuki kawasan wisata yang mengusung konsep asimilasi dan edukasi tersebut. Tidak hanya warga lokal, sejumlah keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana alam yang sejuk dan pemandangan laut dari ketinggian.

Daya tarik utama SAE Lanuka berada pada Tugu Mandau, replika senjata tradisional Suku Dayak yang berdiri megah di puncak kawasan. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama Pulau Nunukan dan Sebatik sekaligus menjadikannya latar favorit untuk berfoto.

Selain menawarkan spot foto, SAE Lanuka juga menyuguhkan pengalaman wisata edukatif. Pengunjung dapat melihat langsung aktivitas pertanian dengan berbagai jenis sayuran, perkebunan aren, serta peternakan ayam broiler yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan.

Salah seorang pengunjung, Ade Fitriansyah, mengungkapkan bahwa SAE Lanuka menjadi pilihan wisata karena suasananya yang nyaman dan tidak membosankan.

“Setiap datang ke sini selalu ada tempat baru buat foto. Suasananya juga adem, cocok untuk kumpul keluarga. Kami sampai bawa bekal dan makan siang di sini,” kata Ade kepada MataKaltara.com, jumat (19/12/2025) sore.

Pepohonan rindang yang tumbuh di kawasan ini membuat SAE Lanuka tetap terasa sejuk meski cuaca cukup panas. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin bersantai lebih lama.

Kepala Lapas Kelas II/B Nunukan, Puang Dirham, mengatakan bahwa pengembangan SAE Lanuka tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga pada pembinaan dan kemandirian warga binaan.

“SAE Lanuka tetap kita pertahankan sebagai sarana asimilasi dan edukasi. Wisata hanyalah salah satu potensi yang berkembang, sementara nilai pembinaan tetap menjadi tujuan utama,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama masa libur panjang pihak lapas juga meningkatkan pengawasan demi menjaga keamanan dan ketertiban di area wisata.

Untuk menikmati kawasan SAE Lanuka, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Seluruh pendapatan tersebut disetorkan ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan konsep wisata alam yang berpadu dengan edukasi, SAE Lanuka kini menjadi bukti bahwa kawasan pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang bermanfaat, sekaligus memberikan pengalaman wisata berbeda bagi masyarakat Nunukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *