Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah menerima kunjungan dari jajaran Politeknik Negeri Nunukan (PNN) untuk membahas berbagai upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) di wilayah perbatasan, khususnya melalui pendidikan vokasi di Kabupaten Nunukan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara pihak politeknik dan DPRD terkait kondisi pendidikan tinggi di daerah, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi kampus tersebut.
Dalam pertemuan itu, pihak PNN menyampaikan bahwa saat ini proses penerimaan mahasiswa baru tengah dibuka.
Mereka berharap informasi tersebut dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, terutama kepada lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Nunukan agar lebih banyak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurut Arpiah, pihak politeknik juga menyampaikan keprihatinan terkait menurunnya jumlah mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Nunukan dalam beberapa tahun terakhir.
Padahal sejak awal berdirinya, kampus tersebut bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya untuk melanjutkan kuliah di luar daerah.
“Tujuan awal hadirnya politeknik ini memang untuk anak-anak Nunukan. Namun belakangan mereka merasakan jumlah mahasiswa dari daerah ini justru menurun,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Senin (09/03/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak PNN berharap DPRD dapat turut membantu menyosialisasikan keberadaan dan program pendidikan yang dimiliki politeknik kepada masyarakat.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah melibatkan pihak kampus dalam kegiatan reses anggota DPRD agar dapat langsung menyampaikan informasi kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Melalui reses itu mereka berharap bisa ikut hadir untuk menjelaskan tentang politeknik, program studi, serta peluang pendidikan yang ada. Karena anggota DPRD memiliki jaringan konstituen yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya.
Selain persoalan sosialisasi, pihak politeknik juga menyampaikan kendala terkait keterbatasan anggaran hibah yang selama ini diterima dari pemerintah daerah.
Dana tersebut dinilai masih belum cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional dan pengembangan kampus.
Karena itu, mereka berharap DPRD dapat membantu melakukan advokasi kepada pemerintah daerah agar dukungan anggaran hibah untuk politeknik dapat ditingkatkan.
Di sisi lain, program beasiswa juga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat generasi muda melanjutkan pendidikan di politeknik.
Namun jumlah beasiswa yang tersedia saat ini masih terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh calon mahasiswa yang membutuhkan.
Arpiah menilai keberadaan Politeknik Negeri Nunukan sangat strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di wilayah perbatasan.
Kampus vokasi tersebut memberikan peluang bagi masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.
“Keberadaan politeknik ini sangat membantu masyarakat Nunukan yang terkendala biaya jika harus kuliah di luar daerah. Karena itu tentu perlu dukungan bersama agar kampus ini bisa terus berkembang,” pungkasnya.












