Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak dan ibu adalah guru utamanya.
Karena itu, kehadiran Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di Kabupaten Nunukan diharapkan menjadi benteng moral dan spiritual bagi generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan Arpiah saat menjadi narasumber tausiah dalam launching RKI yang diinisiasi Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Nunukan, di Jalan Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara, Senin (23/02/2026).
Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat. Sebaliknya, rapuhnya keluarga dapat berdampak pada kualitas moral anak bangsa.
“RKI ini menjadi ruang pembinaan bagi keluarga, terutama para ibu, agar semakin kokoh dalam mendidik anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, dan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Selasa (24/02/2026).
Ia menjelaskan, program RKI tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga menyediakan layanan konseling keluarga, edukasi parenting, hingga pelatihan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Dalam tausiahnya, Arpiah juga mengingatkan para ibu akan besarnya pahala dalam aktivitas sederhana menjelang Ramadan.
Menyiapkan sahur dan berbuka, menurutnya, bukan sekadar rutinitas, tetapi ibadah bernilai besar.
“Ada anak yang hafal Al-Qur’an karena dibangunkan sahur oleh ibunya. Ada suami yang istiqamah karena diingatkan istrinya. Dan ada keluarga yang selamat karena doa seorang ibu,” tuturnya.
Ia berharap RKI benar-benar menjadi wadah penguatan ketahanan keluarga di Nunukan sekaligus melahirkan ibu-ibu yang percaya diri, berdaya, dan menjadi penjaga generasi saleh.












