Penulis:Fidelis | Editor:Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sebanyak 53 unit rumah di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, ludes terbakar pada Minggu (14/09/2025) dini hari.seluruh bangunan berbahan kayu itu kini rata dengan tanah.
Kepala Desa Mansalong, Eddy, mengatakan lokasi kebakaran tak hanya dihuni warga ber-KTP Mansalong, tetapi juga warga dari kecamatan lainnya seperti Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, bahkan dari Kabupaten Malinau.
“Secara khusus, warga ber-KTP Mansalong hanya 16 kepala keluarga (KK). Tapi dalam satu rumah bisa dihuni belasan KK. Lalu di sini ada dua rumah singgah yang biasa ditempati warga dari luar kecamatan bahkan dari Malinau. Biasanya mereka hanya tinggal beberapa hari lalu pulang dan tidak melapor kepada desa. Sehingga pendataan jumlah korban saya serahkan ke masing-masing kepala desa asal mereka,” kata Eddy kepada MataKaltara.com, Senin (15/09/2025), siang.
Menurut Eddy, kobaran api pertama ka pollli muncul sekira pukul 03.25 Wita dari sebuah toko pakaian. Bangunan yang terbuat dari kayu dan sebagian besar sudah tua, sehingga api dengan cepat merembet ke deretan rumah dan toko lainnya.
“Di sini pusat perbelanjaan warga Lumbis. Ada toko Sembako, pakaian, aksesoris, bahan bangunan, sampai handphone. Dalam waktu tiga jam 53 unit bangunan ludes terbakar,” ucap Eddy.
Ia mengisahkan, saat kejadian sebagian besar warga masih tertidur lelap. Bahkan ada yang terpaksa melompat ke sungai di belakang rumah untuk menyelamatkan diri, karena jalan depan sudah dilalap api.
“Untungnya kondisi air sungai hanya seukuran dada orang dewasa. Itu satu-satunya jalan bagi mereka menyelamatkan diri,” ujar Eddy.
Eddy menyebut proses pemadaman sempat terkendala, lantaran listrik masih menyala saat tim pemadam kebakaran (Damkar) Lumbis tiba.
“Petugas Damkar tidak berani ambil risiko karena kabel listrik masih aktif. Harus menunggu petugas PLN dari Malinau, karena suplai listrik dari Malinau. Sekira 30 menit kemudian, bantuan petugas Damkar dan PLN dari Malinau tiba, lalu api bisa ditangani. Sayangnya, saat itu beberapa rumah sudah habis terbakar,” tuturnya.
Hingga kini, jumlah pasti korban terdampak masih menunggu pendataan dari masing-masing kepala desa yang warganya tinggal di luar Desa Mansalong.
“Pagi tadi, kami bersama warga dan seluruh instansi gotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Semua diangkut menggunakan truk ke tempat pembuangan sampah. Besok harus pakai alat berat dan dump truck untuk angkut sisa-sisa kebakaran,” ungkap Eddy.







