Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Momentum buka puasa bersama yang digelar Yayasan Ibnu Sina Kabupaten Nunukan di Islamic Center Nunukan, Kamis (26/02/2026), tak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadan.
Di tengah ratusan siswa, guru, dan orang tua, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, menyerahkan donasi kemanusiaan untuk rakyat Palestina seraya menegaskan bahwa pendidikan dan kepedulian sosial tidak boleh dipisahkan.
Donasi tersebut disalurkan melalui kolaborasi yayasan dengan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), yang turut hadir dan menampilkan dokumentasi penyaluran bantuan kepada masyarakat Palestina sebagai bentuk transparansi kepada para donatur.
Di hadapan peserta yang terdiri dari siswa TKIT, SDIT, SMPIT hingga SMAIT, Arpiah menyampaikan bahwa aksi berbagi harus menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
“Donasi ini adalah ikhtiar kecil saya. Tapi yang lebih penting, anak-anak kita belajar bahwa ilmu dan kepedulian harus berjalan beriringan. Pendidikan tanpa empati akan kehilangan maknanya,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Jumat (27/02/2026).
Politisi partai keadilan sejahtera (PKS) itu, menyoroti kondisi rakyat Palestina yang menghadapi keterbatasan pangan, air bersih, dan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Menurutnya, kepekaan terhadap penderitaan sesama harus ditanamkan sejak dini melalui praktik nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Dalam kesempatan itu, KNRP memberikan lukisan peta Palestina kepada Arpiah sebagai bentuk apresiasi.
Lukisan tersebut menggambarkan wilayah Palestina sebelum dan sesudah penyusutan akibat konflik, menjadi simbol pengingat atas realitas kemanusiaan yang terjadi.
“Buka bersama ini tentunya menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara dunia pendidikan, orang tua, dan pemerintah. Karena, sinergi menjadi kunci dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ibnu Sina Kabupaten Nunukan, Oji Raharjo, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan digabung dalam satu agenda bersama.
“Ini bukan hanya tentang berbuka puasa, tapi membangun kebersamaan dan menanamkan nilai kemanusiaan kepada anak-anak. Kami ingin mereka tumbuh bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Yayasan menargetkan donasi sebesar Rp50 juta dalam kegiatan tersebut. Jika angka yang terkumpul melampaui target, hal itu dinilai sebagai cerminan kuatnya solidaritas masyarakat Nunukan terhadap perjuangan kemanusiaan.
“Yayasan berharap partisipasi para orang tua dan masyarakat dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina sekaligus menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai kepedulian bagi para siswa,” terangnya.












