Pembangunan Industri Hijau Bulungan: DPRD Kaltara Dorong Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

oleh

Penulis: Arfan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, mendesak pemerintah daerah dan perusahaan yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau di Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Bulungan, agar serius memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal Kaltara.

Herman menekankan bahwa sebagai PSN, proyek tersebut memiliki kewajiban moral dan instruksi pusat untuk melibatkan masyarakat Kaltara dalam pembangunannya.

“Apalagi mengingat ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang seharusnya wajib untuk melibatkan para tenaga kerja lokal di Kaltara sendiri,” tegasnya.

Untuk memastikan tenaga kerja lokal tidak hanya diprioritaskan tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan, Herman menyoroti peran penting Balai Latihan Kerja (BLK). Ia mendesak BLK agar difungsikan secara optimal dan berbasis kebutuhan proyek di lapangan.

“BLK ini nantinya bisa memberikan pelatihan berbasis kebutuhan. Apa yang dibutuhkan oleh proyek, di situlah kita latih. Jadi tenaga kerja lokal bukan hanya diprioritaskan, tapi juga siap pakai,” ujar Herman.

Menurutnya, tanpa komitmen kuat dari Pemda dan perusahaan, peluang besar dari instruksi pemerintah pusat mengenai prioritas pekerja lokal hanya akan menjadi formalitas belaka.

“Kami di legislatif tetap mendorong agar Pemprov memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai tenaga kerja lokal terabaikan atau dianggap tidak siap. Justru kita harus menyiapkan mereka, baik dari segi kemampuan maupun sertifikasi,” lanjutnya.

Herman secara khusus meminta perusahaan besar yang beroperasi di Kaltara, termasuk PT KIPI, untuk membangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah dalam proses penyiapan dan penyerapan tenaga kerja.

Ia menegaskan bahwa isu ini melampaui sekadar angka penyerapan tenaga kerja; ini adalah tentang tanggung jawab sosial dan masa depan masyarakat lokal di tengah pembangunan masif di Mangkupadi.

“Ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga tanggung jawab sosial. Tenaga kerja lokal jangan diabaikan, jangan sampai hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” pungkas Herman. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *