Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah mulai mematangkan tahapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Pendampingan pengukuran lahan untuk Mutual Check Awal (MC-0) dilaksanakan di RT 11, Jumat (09/10/2026), sebagai langkah awal memastikan kesesuaian kondisi lapangan dengan perencanaan teknis sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Pembangunan KNMP dengan nilai kontrak mencapai Rp8,23 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, lahan yang disiapkan memiliki ukuran 25 x 50 meter atau seluas 1.250 meter persegi. Pengukuran melalui tahapan MC-0 dilakukan untuk memastikan kesesuaian kondisi aktual lahan dengan perencanaan, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang ditetapkan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Camat Sebatik yang diwakili Plt. Kasubbag Umum, Hasrul Santoso, bersama Staf Pemerintahan dan Pelayanan Umum Kecamatan Sebatik. Turut hadir Kepala Desa Tanjung Karang beserta staf, Ketua RT 11, tim teknis dan pendukung KNMP, serta konsultan pengawas.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV Asssindo Jaya, dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai konsultan pengawas. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Kepala Desa Tanjung Karang, Andi Faizal, berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan, melalui peningkatan kesejahteraan, penguatan ekonomi pesisir, serta perbaikan infrastruktur di wilayahnya.
“Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir Desa Tanjung Karang. Selain itu, kami berharap pembangunan ini dapat memperbaiki infrastruktur wilayah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Andi Faizal kepada MataKaltara.com, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, pembangunan kawasan nelayan ini diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong kemajuan Desa Tanjung Karang, terutama dalam mendukung aktivitas masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pengembangan KNMP sebagai kawasan pesisir yang lebih tertata dan produktif. Keberadaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan, meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Dampak pembangunan juga berpotensi dirasakan oleh pelaku usaha pendukung, mulai dari perdagangan kebutuhan nelayan hingga kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Meski demikian, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kualitas pembangunan, kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan nelayan, serta pengelolaan kawasan setelah proyek selesai. Koordinasi antara pemerintah, pelaksana konstruksi, konsultan pengawas, dan masyarakat menjadi faktor penting agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui tahapan MC-0 ini, kesiapan lahan dan kesesuaian perencanaan diharapkan dapat dipastikan sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan lebih lanjut. Pelaksanaan proyek sesuai spesifikasi dan jadwal juga menjadi bagian penting untuk menjaga mutu pembangunan serta memastikan penggunaan anggaran negara memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tanjung Karang diharapkan menjadi momentum untuk mendorong kawasan pesisir Sebatik semakin tertata, produktif, dan berkembang, sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat Kabupaten Nunukan.












