Nunukan

Jelang Idulfitri, DPRD Nunukan Monitoring Kesiapan Keselamatan dan Pelayanan di PLBN

×

Jelang Idulfitri, DPRD Nunukan Monitoring Kesiapan Keselamatan dan Pelayanan di PLBN

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, DPRD Kabupaten Nunukan melakukan monitoring terhadap kesiapan keselamatan pelayaran serta pelayanan penumpang di pelabuhan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan arus mudik masyarakat dapat berlangsung aman dan tertib.

Monitoring tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah, bersama Sekretaris Komisi I Muhammad Mansur serta anggota Komisi I Donal.

Rombongan DPRD meninjau langsung aktivitas di Pelabuhan Liem Hie Djung dan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nunukan, Senin (09/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD melihat langsung kesiapan fasilitas pelayanan penumpang, ruang tunggu, hingga aktivitas keberangkatan kapal.

Mereka juga berdialog dengan sejumlah petugas pelabuhan dan instansi terkait guna mengetahui kesiapan menghadapi peningkatan jumlah penumpang menjelang Lebaran.

Arpiah mengatakan, kegiatan monitoring ini penting dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran benar-benar diperhatikan, terutama menjelang periode arus mudik yang biasanya diikuti dengan lonjakan jumlah penumpang.

Menurutnya, jalur laut merupakan salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat Nunukan yang hendak bepergian ke berbagai daerah, baik antarwilayah di Kalimantan maupun menuju wilayah perbatasan.

“Setiap tahun menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang. Karena itu kami ingin memastikan sejak awal bahwa kesiapan di pelabuhan sudah optimal, baik dari sisi keselamatan maupun pelayanan kepada masyarakat,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Senin (09/03/2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelayaran.

“Jangan sampai karena meningkatnya jumlah penumpang, aspek keselamatan justru diabaikan. Kapal yang beroperasi harus memenuhi standar keselamatan, termasuk alat keselamatan seperti pelampung dan pengaturan jumlah penumpang sesuai kapasitas,” tegasnya.

Selain itu, Arpiah juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap operator kapal agar tidak memaksakan keberangkatan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Informasi cuaca dari BMKG harus menjadi acuan. Jika kondisi cuaca tidak mendukung, maka keselamatan penumpang harus lebih diutamakan daripada memaksakan jadwal keberangkatan,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik perlu terus ditingkatkan.

Menurutnya, kenyamanan penumpang di area pelabuhan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus diperhatikan.

“Fasilitas ruang tunggu, kebersihan pelabuhan, serta pengaturan antrean penumpang harus ditata dengan baik. Masyarakat yang hendak mudik tentu ingin perjalanan mereka dimulai dengan pelayanan yang nyaman dan tertib,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arpiah mendorong agar koordinasi antar instansi terus diperkuat, mulai dari pengelola pelabuhan, petugas pengawasan pelayaran, hingga operator kapal.

“Sinergi antar instansi sangat penting. Dengan koordinasi yang baik, pengawasan keselamatan pelayaran dapat berjalan maksimal dan pelayanan kepada masyarakat juga bisa lebih optimal,” terangnya.

Lanjut dia mengatakan DPRD Nunukan berharap seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan dalam menghadapi arus mudik Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page