Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menjadi pemateri dalam Workshop Penguatan Kompetensi Dai dan Daiyah yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan, Selasa (17/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Fortune Nunukan tersebut diikuti sekitar 80 kader dari target 100 peserta.
Workshop ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader yang akan menjadi pemateri majelis taklim binaan PKS di berbagai wilayah Nunukan, sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam materinya, Arpiah menekankan pentingnya penguatan kompetensi dai dan daiyah, khususnya dalam aspek komunikasi dan public speaking.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif menjadi kunci keberhasilan dakwah di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
“Menjadi dai dan daiyah bukan hanya soal penguasaan materi, tetapi bagaimana pesan itu bisa dipahami, menyentuh, dan memberi pengaruh positif. Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan dasar yang harus terus diasah,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Selasa (17/02/2026).
Ia menyampaikan bahwa peran dai dan daiyah sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat.
Karena itu, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan seperti ini dinilai penting agar para pemateri memiliki kesiapan mental, penguasaan materi, serta teknik penyampaian yang baik.
Arpiah juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Ia berharap para kader yang telah dibekali dapat menjaga komitmen dan konsistensi dalam menjalankan amanah dakwah, terutama saat Ramadan.
“Sebagian besar peserta akan terjun langsung mengisi majelis taklim dan ceramah Ramadan. Ini tanggung jawab besar. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi bekal untuk menyebarkan kebaikan dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik di tengah masyarakat,” tuturnya.
Terakhir, Arpiah mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah sekaligus refleksi diri, agar nilai-nilai kebaikan tidak hanya hadir selama Ramadan, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.












