Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) dari Daerah Pemilihan IV Nunukan, Rismanto, menyoroti operasional sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Nunukan yang dinilai tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan politisi Partai NasDem itu saat melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Tarakan untuk membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idulfitri.
Dalam pertemuan tersebut, Rismanto mempertanyakan skema bisnis antara Pertamina dan pengelola SPBU di Nunukan. Ia menilai kondisi di lapangan sering membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
“Saya melihat sendiri ada SPBU di Nunukan yang hanya buka beberapa hari dalam seminggu. Sisanya tutup karena katanya stok habis,” ujar Rismanto kepada MataKaltara.com, Rabu (04/03/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat sering kali datang ke SPBU namun tidak bisa mengisi BBM.
“Padahal masyarakat Nunukan ini ingin mengisi BBM di SPBU resmi. Tapi kenyataannya sering tutup. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” kata Rismanto.
Selain itu, Rismanto juga mempertanyakan aturan dari Pertamina terkait jam operasional SPBU sebagai mitra bisnis.
“Dalam rapat tadi saya sempat tanyakan terkait ada atau tidaknya aturan mengenai jam operasional bagi SPBU. Kami meminta Pertamina turut andil mengatur operasional SPBU, khususnya yang ada di Nunukan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, FTM Pertamina Tarakan, Hariosomapangestu menyebutkan bahwa operasional SPBU selama ini bergantung pada ketersediaan stok dari masing-masing SPBU.
“Untuk saat ini memang belum ada aturan resmi yang mengikat terkait jam operasional SPBU. Namun ini akan kami jadikan masukan dan akan kami tindaklanjuti,” ucap Hariosomapangestu.












