Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Sebagai upaya dalam pengembangan perbukuan dan budaya literasi, DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah fokus menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
Sebagai regulasi inisiatif dewan, Raperda ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kaltara, Supa’ad Hadianto. Ia menyatakan kehadiran Raperda tersebut merupakan langkah krusial di tengah mulai lunturnya budaya membaca di kalangan generasi muda, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.
Dalam pembahasannya, Supa’ad menekankan agar substansi Raperda tidak hanya terjebak pada definisi buku secara fisik, melainkan memiliki spektrum yang lebih luas, termasuk menyentuh aspek local wisdom atau kearifan lokal.
“Budaya masyarakat Kaltara sangat kaya dengan berbagai etnik di dalamnya. Saya berharap Raperda ini mampu mengatur agar seni dan budaya lokal masuk ke dalam muatan perbukuan literasi kita. Jadi, cakupannya harus lebih dalam dan luas,” ujar Supa’ad, kepada MataKaltara.com, Senin (02/03/2026) pagi.
Menyikapi perkembangan zaman, Supa’ad mengakui media elektronik merupakan keniscayaan peradaban yang tidak bisa disingkirkan. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan budaya membaca buku fisik.
Politisi Partai NasDem itu mengarahkan generasi muda agar tidak hanya terpaku pada penggunaan smartphone, tetapi tetap memiliki minat membaca buku. Termasuk mengatur secara teknis agar buku benar-benar sampai ke tangan siswa dan masyarakat, bahkan hingga ke ruang publik seperti kafe.
Selain itu, perlu adanya keseimbangan persentase budaya baca antara buku elektronik (e-book) dan buku cetak.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Supa’ad yang juga merupakan Pembina Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (TBMI) di Kaltara, berencana melibatkan para pemangku kepentingan secara lebih intensif.
“Kami telah mengarahkan tim pakar DPRD dan tim inovasi untuk bertemu membahas ini lebih dalam. Setelah itu, kita akan melibatkan kelompok-kelompok seperti TBM untuk memberikan masukan. Saya akan menjadi endorser dan mendukung penuh gerakan TBM agar terus aktif di tengah masyarakat,” pungkasnya.












