,

Bawaslu Nunukan Gelar “Roasting The Bawaslu”, Yusran: Kami Siap Dikritik dengan Cara Apapun

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Ada yang unik dari rangkaian peringatan HUT ke-7 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten/kota tahun ini.Bawaslu Kabupaten Nunukan menggelar sebuah acara bertajuk “Bawaslu Mendengar: Roasting The Bawaslu Nunukan”, Senin (25/08/2025) malam di Alun-alun Kabupaten Nunukan.

Tidak seperti forum formal biasanya, acara ini dikemas santai dengan konsep open mic yang melibatkan komunitas stand up comedy Nunukan.

Ketua Bawaslu Nunukan, Mochammad Yusran, menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, bahkan keluhan terhadap kinerja Bawaslu dengan cara yang kreatif, segar, dan menghibur.

“Kami di Bawaslu Nunukan ingin membuktikan bahwa kritik bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru kritik adalah vitamin untuk memperbaiki diri. Jadi, kami sengaja mengajak para komika lokal untuk menyampaikan suara publik dalam format roasting,” kata Yusran kepada Matakaltara.com, Rabu (27/08/2025).

Menurut Yusran, ide menghadirkan stand up comedy dalam acara resmi Bawaslu ini lahir dari semangat menghadirkan kedekatan dengan masyarakat, sekaligus menepis anggapan bahwa lembaga pengawas pemilu adalah institusi kaku dan elitis.

“Dengan cara ini, kami ingin memperlihatkan kalau Bawaslu bukan hanya hadir saat ada sengketa Pemilu atau saat menindak pelanggaran. Bawaslu juga hadir untuk mendengarkan masyarakat, apa pun bentuk ekspresinya. Bahkan kalau itu berupa roasting sekalipun,” ucapnya.

Acara ini kata Yusran, sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan Bawaslu Nunukan dalam mengawal demokrasi di perbatasan.

Sejak terbentuk, Bawaslu Nunukan telah menghadapi berbagai dinamika politik, termasuk tingginya tensi Pemilu, potensi pelanggaran, hingga pengawasan di wilayah perbatasan dengan Malaysia.

“Demokrasi di Nunukan punya tantangan tersendiri. Karena itu kami ingin masyarakat juga bisa menilai, mengkritik, bahkan menertawakan apa yang menurut mereka kurang tepat dari Bawaslu. Intinya, jangan sampai ada jarak antara Bawaslu dan masyarakat,” ujarnya.

Acara Roasting The Bawaslu Nunukan ini dimulai pukul 19.00 Wita di Alun-alun Kabupaten Nunukan, terbuka untuk umum, dan dipastikan menghadirkan suasana cair.

Selain roasting, akan ada sesi diskusi santai antara Bawaslu dengan masyarakat, tokoh muda, serta jurnalis.

Yusran menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen Bawaslu Nunukan dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan terhadap kritik publik.

Bawaslu Nunukan berharap momentum peringatan HUT ke-7 Bawaslu bisa menjadi sarana membangun demokrasi yang sehat, kritis, dan penuh keceriaan.

“Kalau ada yang bilang Bawaslu itu saklek, tidak bisa dikritik, semoga acara ini bisa mematahkan anggapan itu. Kami siap jadi bahan roasting, karena di situlah kami belajar memperbaiki diri,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *