Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, mengapresiasi pelaksanaan Seleksi Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) yang digelar kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan dalam rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (22/02/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan agenda Sehari Bersama Al-Qur’an dan buka puasa bersama tersebut menjadi bagian dari pembinaan ruhiyah kader, sekaligus tahap awal penjaringan peserta terbaik untuk melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.
Muhammad Nasir yang juga menjabat Ketua MPW PKS Kalimantan Utara menilai, seleksi MHQ bukan sekadar kompetisi hafalan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Qur’ani di wilayah perbatasan.
“Kegiatan ini sangat membanggakan dan penuh makna. Dari seleksi tingkat kabupaten ini, peserta terbaik akan melanjutkan ke tingkat provinsi Kalimantan Utara, bahkan berpeluang mewakili daerah di tingkat nasional,” kata Muhammad Nasir kepada MataKaltara.com, Minggu (22/02/2026).
Menurut Nasir, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor ekonomi dan politik, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual generasi mudanya.
Ia menegaskan, kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan integritas kepemimpinan.
“Semangat menambah hafalan adalah bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Namun yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an itu hadir dalam perilaku dan kepemimpinan kita di tengah masyarakat,” tegasnya.
Seleksi MHQ tingkat Kabupaten Nunukan tersebut diikuti peserta yang membawakan hafalan juz 28, 29, dan 30 sesuai jenjang yang telah ditentukan panitia.
Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Nunukan pada lomba tingkat DPW PKS Provinsi Kaltara, sebelum melaju ke ajang nasional.
Nasir mengaku bangga melihat antusiasme kader dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut, terlebih karena digelar di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri.
“Wilayah perbatasan seperti Nunukan harus menjadi lumbung generasi Qur’ani. Kita ingin anak-anak muda di sini tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan kontribusi sosial,” tuturnya.
Ia berharap dari seleksi ini lahir para hafizh dan hafizhah yang mampu membawa nama baik Nunukan dan Kalimantan Utara di kancah nasional.
“Ini adalah investasi masa depan daerah. Semoga peserta yang terpilih nantinya tampil maksimal dan mengharumkan nama Nunukan hingga tingkat nasional,” ungkap Nasir.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Nunukan, M. Rusdi, menjelaskan bahwa seleksi MHQ merupakan tahap awal menuju kompetisi berjenjang hingga nasional.
“Saya berharap kegiatan tersebut semakin menguatkan komitmen kader untuk senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah. Rangkaian kegiatan Ramadan itu menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter generasi muda di Kabupaten Nunukan,” pungkas M. Rusdi.












