Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Selain sektor pendidikan, persoalan layanan kesehatan turut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam audiensi dengan DPR RI, belum lama ini.
Sejumlah tantangan yang dihadapi daerah perbatasan disampaikan sebagai bahan pertimbangan untuk dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltara, Ruman Tumbo, menjelaskan bahwa kondisi layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menghadapi keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
Hal ini dinilai berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat di daerah perbatasan sering kali harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan karena fasilitas dan tenaga spesialis belum merata.
Situasi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan dukungan kebijakan serta program dari pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan bahwa kebutuhan dokter spesialis di Kaltara masih sangat mendesak.Banyak masyarakat harus dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap,” kata Ruman Tumbo kepada MataKaltara.com, Minggu (12/04/2026).
Selain tenaga medis, Komisi IV juga menyoroti pentingnya penguatan program beasiswa pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah.
Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di Kalimantan Utara.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menyatakan komitmennya untuk membantu memperjuangkan kebutuhan daerah, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ia menyebutkan bahwa peluang beasiswa bagi calon dokter spesialis dari Kalimantan Utara terus didorong agar kebutuhan tenaga medis di daerah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kita harap audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, terutama dalam memastikan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” pungkasnya.












