Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Bunda Literasi Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, mengapresiasi pelaksanaan berbagai kegiatan literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Nunukan sepanjang September hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menumbuhkan minat baca, mengasah kreativitas, serta membangun budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Apresiasi tersebut disampaikan seiring penyerahan hadiah dan piala kepada para pemenang Lomba Menulis, Lomba Bercerita, Lomba Perpustakaan Sekolah Dasar (SD), serta Pemilihan Duta Baca Daerah Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026.
Saat ditemui oleh MataKaltara.com, Bunda Literasi Andi Annisa Muthia menegaskan, berbagai perlombaan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang gemar membaca, berpikir kritis, berani mengemukakan gagasan, dan mampu mengembangkan potensi diri.
“Kegiatan Lomba Menulis, Lomba Bercerita, Lomba Perpustakaan Tingkat Sekolah Dasar, serta Lomba Duta Baca kategori pelajar dan umum bukanlah sekadar ajang untuk meraih juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk membangun generasi yang gemar membaca, memiliki kemampuan berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta mampu mengembangkan potensi dan kreativitasnya,” kata Annisa kepada MataKaltara.com, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, penguatan budaya literasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Tidak cukup hanya melalui kegiatan perlombaan, upaya meningkatkan minat baca juga perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ia menilai, literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi fondasi bagi anak-anak dan generasi muda untuk memperluas wawasan, membangun pola pikir kritis, serta menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Melalui kegiatan seperti itu, kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca. Harapannya, semangat tersebut tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Berbagai perlombaan yang telah digelar DPK Kabupaten Nunukan memiliki peran dan manfaat yang saling melengkapi. Lomba Menulis menjadi wadah bagi peserta untuk menuangkan ide dan gagasan secara kreatif, sedangkan Lomba Bercerita melatih kemampuan berbahasa, keberanian tampil, serta keterampilan menyampaikan pesan kepada orang lain.
Sementara itu, Lomba Perpustakaan SD menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah agar semakin menarik, nyaman, dan mampu mendukung proses pembelajaran.
Adapun Pemilihan Duta Baca kategori pelajar dan umum diharapkan melahirkan figur inspiratif yang dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.
Andi Annisa berharap, kegiatan literasi serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan jangkauan peserta yang semakin luas.
Menurutnya, keberhasilan membangun budaya baca tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun pemenang lomba, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan membaca dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan.
Ke depan, ia mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas literasi, dan pengelola perpustakaan semakin diperkuat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar gerakan literasi tidak hanya terpusat pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk anak-anak di wilayah perbatasan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
“Kita berharap budaya literasi di Kabupaten Nunukan semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Anak-anak harus diberikan kesempatan dan akses yang lebih luas untuk membaca, belajar, berkarya, serta menyampaikan gagasan. Dengan dukungan semua pihak, kita ingin melahirkan generasi Nunukan yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang mendorong tumbuhnya masyarakat gemar membaca. Dengan penguatan literasi yang dilakukan secara konsisten, Kabupaten Nunukan diharapkan mampu membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus menyiapkan generasi penerus yang memiliki wawasan luas dan daya saing.
Melalui rangkaian kegiatan literasi tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan diharapkan semakin memperkuat upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat serta membangun kebiasaan membaca sejak dini sebagai fondasi kemajuan daerah.












