Hukum

Penemuan Jenazah Perempuan 68 Tahun di Nunukan, Diduga Meninggal Sepekan Lalu

×

Penemuan Jenazah Perempuan 68 Tahun di Nunukan, Diduga Meninggal Sepekan Lalu

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan lanjut usia berinisial Rohani, 68 tahun, di rumahnya di Jalan Pattimura, RT 001, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kamis (15/10/2026) sore.

Jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi telah mengalami pembusukan. Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diduga telah meninggal dunia sekitar sepekan sebelum ditemukan.

Peristiwa tersebut terungkap setelah seorang warga bernama Nanang Kusmanto menanyakan keberadaan Rohani kepada anaknya, Rahman. Saat itu, Rahman menyampaikan bahwa ibunya telah meninggal dunia.

Mendengar pengakuan tersebut, Nanang kemudian mengecek kondisi Rohani di rumahnya yang tidak jauh dari kawasan Gerbang Agape, sekitar Jembatan Pasar Pagi.

Setelah mengetahui kondisi korban, informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.Kasub Sipemnas Polres Nunukan, Ipda Idris, menjelaskan bahwa polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah serta tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal secara visual, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, kondisi jenazah yang telah membusuk membuat pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya tanda kekerasan menjadi terbatas.

Polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, tetapi kesimpulan tersebut masih perlu disikapi secara hati-hati berdasarkan hasil pemeriksaan yang tersedia.

Diduga Meninggal karena Penyakit

Berdasarkan keterangan Rahman kepada polisi, dirinya tinggal berdua bersama ibunya di rumah tersebut. Dalam kesehariannya, Rohani diketahui berjualan buah di sekitar Jembatan Pasar Pagi, sedangkan Rahman bekerja sebagai tukang urut keliling.

Rahman menerangkan bahwa pada Kamis (08/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, dirinya melihat ibunya terbaring di tempat tidur. Ia mengira ibunya masih tidur dan kemudian menyelimutinya menggunakan sarung.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Rahman menduga ibunya meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes dan stroke yang dideritanya.

Rahman juga mengaku tidak segera memberitahukan kematian ibunya kepada tetangga. Ia membiarkan jenazah tetap berada di dalam rumah dengan kondisi tertutup sarung dan selimut.

Keterangan tersebut merupakan pengakuan saksi yang masih menjadi bagian dari rangkaian informasi dalam penanganan peristiwa tersebut.

Jenazah Ditemukan Terbungkus Tiga Lapis Kain

Hasil olah TKP menunjukkan bahwa jenazah Rohani ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur beralaskan kayu.

Saat ditemukan, tubuh korban tertutup tiga lapis kain, yakni selimut, sarung, dan daster. Petugas juga menemukan sejumlah obat di sekitar korban, termasuk obat pereda nyeri.

Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan menjadi salah satu kendala dalam pemeriksaan awal.

Berdasarkan keterangan awal dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah, tanda-tanda kekerasan tidak dapat dipastikan karena kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan.

Karena itu, dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan medis yang pasti.

Polisi Tetap Membuka Kemungkinan Penyelidikan Lanjutan

Pihak kepolisian tetap melakukan penanganan terhadap peristiwa tersebut berdasarkan keterangan para saksi, hasil olah TKP, dan informasi medis yang tersedia.

Apabila dalam perkembangan penanganan ditemukan fakta baru, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.

Jenazah selanjutnya direncanakan dimakamkan oleh pihak keluarga di tempat pemakaman Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena korban baru diketahui meninggal dunia setelah beberapa hari berada di rumahnya. Namun, penyebab pasti kematian Rohani masih belum dapat dipastikan berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page