Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana (TDB) banjir di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai resmi ditutup setelah kondisi wilayah terdampak dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Penutupan posko dilakukan pada Rabu (21/01/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Penutupan ini menandai berakhirnya masa tanggap darurat banjir yang telah berlangsung selama 14 hari.
Kegiatan penutupan dipimpin oleh Camat Sembakung selaku Wakil Komandan Posko dan dihadiri oleh jajaran BPBD Kabupaten Nunukan, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan yang terlibat langsung sejak awal penanganan bencana.
Kepala Subbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan penutupan posko dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan, termasuk pemantauan tinggi muka air serta situasi sosial masyarakat.
“Berdasarkan pemantauan terakhir, tinggi muka air di Desa Atap Kecamatan Sembakung dan Desa Mansalong telah surut dan berada di bawah batas normal. Aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda pemerintahan sudah kembali berjalan seperti biasa, sehingga posko tanggap darurat kami nyatakan ditutup,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, rabu (21/01/2026).
Selama masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Nunukan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemantauan wilayah rawan banjir, pendataan dampak bencana, hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Menurut Hasanuddin, keberadaan posko berperan penting sebagai pusat koordinasi lintas sektor dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan, sekaligus sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Posko menjadi titik kendali utama agar respon penanganan berjalan terpadu. Alhamdulillah, seluruh tahapan tanggap darurat dapat dilalui dengan baik berkat kerja sama semua pihak,” katanya.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, BPBD Kabupaten Nunukan menegaskan pemantauan wilayah tetap dilanjutkan.
Personel Pos BPBD Kecamatan Sembakung akan mengambil alih fungsi pemantauan guna mengantisipasi potensi banjir susulan dan memastikan kondisi tetap kondusif.
“Pasca penutupan posko, pengawasan tetap dilakukan oleh personel Pos BPBD Kecamatan sebagai langkah antisipasi, mengingat wilayah Sembakung termasuk daerah rawan banjir,” tuturnya.
Dengan ditutupnya posko, personel BPBD Kabupaten Nunukan yang sebelumnya diperbantukan di lokasi bencana akan kembali ke kabupaten.
Sementara itu, aktivitas warga, pelajar, pelayanan pemerintahan, serta pelayanan umum di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai dilaporkan telah berjalan normal tanpa kendala berarti.
BPBD Kabupaten Nunukan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk unsur Forkopimcam, aparat desa, relawan, dan masyarakat yang dinilai berperan aktif menjaga ketertiban serta keselamatan selama masa bencana.






