Dinkes Nunukan Gencarkan Edukasi HIV/AIDS Remaja Jadi Prioritas Pencegahan

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan menekankan pentingnya edukasi HIV/AIDS di kalangan remaja dan usia produktif.

Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko penularan yang masih cukup tinggi di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan, Miskia, menjelaskan bahwa meski kasus AIDS di Nunukan tercatat menurun dari 36 pada 2024 menjadi 34 pada 2025, angka ini belum mencerminkan kondisi sesungguhnya.

Banyak pasien memilih berobat di luar daerah, sehingga tidak masuk dalam data resmi.

“Masih banyak warga yang malu atau takut diketahui lingkungan, sehingga lebih nyaman berobat di Tarakan atau Balikpapan,” kata Miskia kepada MataKaltara.com, rabu (14/01/2026).

Dinkes Nunukan mencatat pola penularan HIV/AIDS yang beragam.

Dari hasil wawancara, infeksi paling banyak terjadi akibat hubungan lelaki dengan lelaki (LSL), hubungan seksual tanpa pengaman, serta penggunaan narkoba dengan jarum suntik.

Yang menjadi perhatian serius adalah adanya kasus AIDS pada balita, yang tertular dari ibu.

“Ini menunjukkan bahwa AIDS bukan hanya masalah individu, tapi sudah masuk ranah keluarga. Jika satu orang tidak terdeteksi, bisa berdampak pada pasangan dan anak,” kata Miskia.

Dinas Kesehatan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak.

“Orang tua harus jeli terhadap pergaulan anak, terutama anak laki-laki. Edukasi dan keterbukaan keluarga sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko,” tambahnya.

Selain itu, stigma masyarakat terhadap AIDS masih tinggi. Banyak orang menganggap penyakit ini tabu untuk dibicarakan.

Miskia menegaskan bahwa keterbukaan dan akses informasi yang aman adalah kunci pencegahan.

Dinkes Nunukan terus membuka layanan pemeriksaan HIV/AIDS yang aman dan rahasia, serta rutin melakukan sosialisasi di sekolah dan komunitas.

Harapannya, melalui edukasi berkelanjutan, penyebaran AIDS dapat ditekan, dan generasi muda lebih sadar menjaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *