Anggota DPRD Kaltara Dukung Pemekaran Tiga Wilayah Nunukan: Krayan Punya Potensi Ekonomi Kuat

oleh

Penulis: Arfan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN — Wacana pemekaran wilayah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menguat, terutama di Kabupaten Nunukan. Tiga wilayah utama yang dinilai paling berpotensi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) adalah Kabudaya, Krayan, dan Sebatik.

Anggota DPRD Kaltara, Ruman Tumbo, menyambut baik aspirasi masyarakat yang melihat pemekaran sebagai solusi untuk mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, ketiga wilayah tersebut telah memenuhi banyak unsur kelayakan untuk berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom.

Ruman Tumbo mencontohkan Krayan sebagai wilayah yang memiliki basis potensi ekonomi kuat. Ia menyoroti sektor pariwisata dan pertanian yang dinilai sangat mumpuni.

Potensi wisata alam Krayan, seperti panorama dataran tinggi, kekayaan budaya Dayak Lundayeh, hingga destinasi berbasis alam, diyakini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru jika dikelola melalui pemerintahan kabupaten sendiri.

“Potensi wisata ini kalau dikelola pemerintah secara langsung, tentu akan memberikan manfaat besar kepada masyarakat Krayan,” tegas Ruman.

Selain pariwisata, sektor pertanian Krayan juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk unggulan seperti beras adan, garam gunung, dan komoditas hortikultura lainnya memiliki peluang pasar yang luas.

Ruman mengungkapkan bahwa dukungan terhadap pemekaran Krayan bukanlah wacana baru. Ia bahkan telah menandatangani dukungan resmi sejak satu dekade lalu, menunjukkan konsistensi perjuangan masyarakat Krayan.

“Jangan masyarakat mengira saya baru dukung hari ini. Saya sudah sejak 10 tahun lalu menandatangani dukungan pemekaran Krayan,” ujarnya.

Meskipun proses DOB Krayan berjalan sangat lambat, konsistensi masyarakat dalam memperjuangkannya menunjukkan besarnya kebutuhan dan harapan terhadap pemekaran tersebut.

Lebih lanjut, Ruman menekankan bahwa pemerintah pusat tidak seharusnya menjadikan jumlah penduduk sebagai satu-satunya indikator kelayakan DOB. Ia berpendapat, aspek strategis seperti potensi ekonomi, aksesibilitas, kondisi geografis, serta kebutuhan pelayanan publik harus menjadi pertimbangan utama.

“Itulah kenapa tiga wilayah di Kabupaten Nunukan ini pantas untuk menjadi DOB,” katanya.

Ia secara khusus menyoroti kondisi geografis Krayan dan Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menurutnya, daerah perbatasan sudah seharusnya menjadi prioritas pembangunan nasional karena memiliki fungsi strategis dalam menjaga kedaulatan negara, meningkatkan aktivitas ekonomi lintas batas, serta memperkuat pelayanan publik.

“Wilayah perbatasan seperti Krayan dan Sebatik sudah seharusnya menjadi prioritas pembangunan pemerintah,” tutupnya.

Dengan menguatnya kembali dorongan masyarakat serta dukungan dari pihak legislatif daerah, wacana pemekaran ini diprediksi akan terus menjadi pembahasan penting di Kaltara sebagai upaya pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *