Dorongan Pemekaran Kaltara Menguat Lima Calon DOB Dibahas Dalam Seminar Nasional di Tanjung Selor

oleh

Penulis: Arfan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Wacana pemekaran wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencuat dan kian mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak.

Hal ini terlihat dalam Seminar Nasional bertajuk “Peluang dan Tantangan Daerah Otonom Baru (DOB) dalam Mempercepat Akselerasi Pembangunan dan Kesejahteraan di Perbatasan sebagai Wilayah Penyangga IKN Menuju Indonesia Emas 2045”, yang digelar di Hotel Luminor Tanjung Selor, Selasa (25/11/2025).

Acara tersebut menghadirkan beragam unsur penting, mulai dari tokoh adat, perwakilan masyarakat perbatasan, Pemerintah Provinsi Kaltara, hingga unsur DPRD Kaltara.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menguatkan urgensi pembentukan Daerah Otonom Baru, khususnya di kawasan perbatasan yang hingga kini masih menghadapi tantangan akses, jarak, dan pelayanan publik yang belum merata.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menegaskan dukungan penuh Pemprov terhadap rencana pemekaran ini.

Ia menyatakan bahwa DOB merupakan solusi nyata untuk mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah terpencil yang memiliki sebaran penduduk luas namun minim fasilitas.

“Kita memberi peluang pertama sebagai bentuk pertolongan pemerintah. Banyak wilayah kita yang jauh, luas, dan membutuhkan percepatan pembangunan yang berkeadilan. Untuk itu, DOB menjadi salah satu jawaban,” ujar Ingkong Ala kepada MataKaltara.com, selasa (25/11/2025).

Ingkong mengungkapkan bahwa terdapat lima calon DOB yang tengah dikaji secara serius. Saat ini, penyusunan kajian akademik sedang dilakukan oleh para ahli, disertai komunikasi intensif dengan kementerian terkait.

Ia menegaskan bahwa pemekaran tidak boleh didasari hanya oleh keinginan politik, namun harus memiliki manfaat nyata bagi masa depan pembangunan daerah.

Dengan posisi strategis Kaltara sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pemekaran dianggap semakin penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan perbatasan.

Adapun lima daerah yang diusulkan menjadi calon DOB di Kaltara meliputi:

1. Tanjung Selor (Bulungan)

2. Krayan (Nunukan)

3. Apau Kayan (Malinau)

4. Kabudaya (Nunukan)

5. Sebatik (Nunukan)

Melalui seminar ini, para pemangku kepentingan berharap lahir momentum baru untuk memperkuat perjuangan pemekaran wilayah, sekaligus memastikan percepatan pembangunan tidak meninggalkan daerah-daerah terpencil yang menjadi beranda terdepan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *