Hadapi Musim Kemarau, Dandim 0911/Nunukan Pimpin Apel Siaga Karhutla: Ini Tanggung Jawab Bersama

oleh

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau, Kodim 0911/Nunukan menggelar Apel Siaga Penanggulangan Karhutla, pada Selasa (12/8/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dandim 0911/Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo, di halaman Makodim 0911/Nunukan.Apel ini menjadi penanda kesiapan nasional di tingkat daerah, dengan mengedepankan pencegahan dini dan kolaborasi lintas sektor.

Agenda meliputi Apel Siaga, Peninjauan Gelar Peralatan, dan pengecekan kesiapan operasional seluruh unsur yang terlibat.

Sejumlah pejabat hadir, antara lain Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, Pjs Palaksa Lanal Nunukan Kapten Laut (P) Hadiyono, Camat Nunukan Bau Syaril, perwakilan Satpol PP Nunukan, Edy, dan Koordinator Pos Basarnas Nunukan, Rizal Anas.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, namun membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Prinsip yang harus dipegang adalah cepat dan tepat, koordinasi, keterpaduan, transparansi, akuntabilitas, pemberdayaan, dan nondiskriminatif,” kata Tony Prasetyo kepada MataKaltara.com, siang.

Tony meminta camat hingga kepala desa aktif memberikan informasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, sekaligus membentuk Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana di setiap desa rawan Karhutla.

“Kita perlu meningkatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, hingga masyarakat adat,” ucapnya.

Menurutnya, pemanfaatan data dari BMKG dan penerapan konsep pemodelan bencana akan sangat membantu pengambilan keputusan di lapangan.

“Dengan adanya apel ini, kita sebagai unsur utama penanggulangan Karhutla di Kabupaten Nunukan harus siap menghadapi segala ancaman, risiko, dan dampak yang mungkin terjadi,” ujar Tony.

Apel tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar instansi dan memastikan seluruh peralatan, sumber daya, serta prosedur sudah siap sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

“Ini tanggung jawab bersama, jadi perlu sinergitas dari semua stakeholder yang ada di Kabupaten Nunukan,” ungkap Tony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *