Pemprov Kaltara

Wagub Ingkong Ala Buka Rakerda LADK-KU 2025 Tekankan Penguatan Adat di Tengah Arus Modernisasi

×

Wagub Ingkong Ala Buka Rakerda LADK-KU 2025 Tekankan Penguatan Adat di Tengah Arus Modernisasi

Sebarkan artikel ini

Penulis: Arfan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Adat Dayak Kenyah Provinsi Kalimantan Utara (LADK-KU) Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Pemuda Tebengang Lung, Senin (17/11).

Dalam sambutan mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menegaskan bahwa Rakerda bukanlah agenda seremonial tahunan semata, tetapi ruang strategis untuk memperkuat kembali arah perjalanan lembaga adat.

“Rakerda ini bukan sekedar kegiatan rutin, tetapi merupakan wadah strategis untuk menata kembali arah perjalanan lembaga adat,” ujarnya.

Wagub menekankan pentingnya keberadaan LADK-KU sebagai penjaga nilai, pelindung identitas, sekaligus pengayom masyarakat Dayak Kenyah di tengah pesatnya perubahan sosial dan pembangunan di Bumi Benuanta.

Tiga Agenda Besar Rakerda LADK-KU 2025

Dalam forum tahun ini, terdapat tiga agenda utama yang dibahas:

1. Evaluasi kegiatan adat sepanjang tahun berjalan, untuk mengukur pencapaian dan menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

2. Penyusunan program kerja LADK-KU Tahun 2026, agar lembaga adat memiliki arah kerja yang terencana.

3. Penguatan struktur kelembagaan LADK-KU, sebagai upaya memperkuat tata organisasi, sistem kerja yang transparan, dan solidaritas internal.

Menurut Ingkong, lembaga adat yang kuat adalah lembaga yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

“Penguatan kelembagaan ini adalah kunci agar LADK-KU tetap relevan dalam pembangunan modern tanpa kehilangan tradisi,” tegasnya.

Pemprov Kaltara Siap Bersinergi

Pemerintah Provinsi Kaltara, lanjut Ingkong, berkomitmen menjadikan LADK-KU sebagai mitra strategis dalam berbagai program daerah.

Mulai dari pendidikan budaya, pelestarian ritual adat, penyelesaian konflik sosial, hingga pemberdayaan masyarakat adat.

Ia mengajak seluruh peserta Rakerda untuk berdiskusi secara terbuka dan aktif agar keputusan yang lahir dapat memperkuat keberlanjutan adat dan identitas Dayak Kenyah di Kaltara.

“Apa yang diputuskan dalam rapat ini akan menjadi arah penting bagi keberlanjutan Lembaga Adat Dayak di Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Rakerda ini turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Njau Anau, unsur Forkopimda, tokoh adat Dayak Kenyah, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page