Penulis: Arfan | Editor: Fidelis
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN — Politeknik Negeri Nunukan (PNN) menggelar Diseminasi Riset Program Katalisator Kemitraan Skema Emas bekerja sama dengan LPDP, mengangkat tema “UMKM Nunukan Melejit Berkat Nata de Seaweed”. Kegiatan yang berlangsung di Mansapa Kampung Nelayan pada Sabtu (29/11/2025).
Ini menyoroti pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku produk hilirisasi bernilai tinggi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Acara turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Andi Fajrul Syam sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi maritim.
Ia mengapresiasi riset yang dilakukan PNN karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di wilayah perbatasan.
“Riset ini bukan hanya membuka wawasan, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya,” kata Andi Fajrul Syam kepada MataKaltara.com, sabtu (29/11/2025).
Kegiatan diseminasi juga menghadirkan pelaku UMKM serta kelompok nelayan. Selain pemaparan hasil riset, peserta mengikuti diskusi mengenai strategi pemasaran, peluang investasi, serta rencana pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
Dukungan DPRD dan pemerintah daerah diharapkan mendorong inovasi nata de seaweed menjadi produk unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor dan menjadikan Nunukan sebagai pusat pengolahan rumput laut di wilayah perbatasan.
Ketua Komisi II DPRD, Andi Fajrul Syam hadir sebagai narasumber dan menekankan pentingnya penguatan sektor hulu–hilir rumput laut agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Rumput laut bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga pintu masuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Diskusi berlangsung dinamis, dipenuhi masukan dan keluhan warga terkait tantangan usaha yang mereka hadapi.
“Semua aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah rumput laut agar masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.
“Kita harus dorong inovasi dan pengolahan supaya pendapatan masyarakat terus meningkat,” tambahnya.
Perlindungan usaha masyarakat pesisir juga menjadi perhatian dalam pembahasan.
“Masyarakat perlu kepastian dan dukungan agar usaha mereka mampu bertahan dan berkembang,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, ia berharap program ini membawa dampak positif bagi warga Mansapa.
“Semoga kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru, khususnya dalam pengembangan rumput laut sebagai komoditas strategis daerah,” pungkasnya.












