Nunukan

Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Diduga Terpleset dari Gelagar Jemuran Rumput Laut

×

Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Diduga Terpleset dari Gelagar Jemuran Rumput Laut

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Tanjung RT 24, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (14/02/2026) malam.

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari gelagar jemuran rumput laut milik warga.

Korban diketahui bernama Argha Alfarezi (7), warga Jalan Fatahillah RT 10, Kelurahan Nunukan Tengah. Ia ditemukan sekitar pukul 20.00 Wita dalam kondisi mengapung telungkup di bawah kolong jemuran rumput laut.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengungkapkan peristiwa ini bermula saat keluarga korban melakukan pencarian karena Argha belum juga pulang hingga malam hari.

Seorang warga, Andi Yunus (43), yang melihat keluarga korban mencari kemudian ikut membantu menyisir area sekitar jemuran rumput laut yang memang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

“Tidak lama dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Dugaan sementara, korban terpeleset dari gelagar saat berada di atas jemuran,” kata Sunarwan kepada MataKaltara.com, Minggu (15/02/2026).

Dari keterangan warga dan teman-teman korban, sekitar pukul 17.00 Wita Argha bersama empat rekannya memasang ambau (alat pencari kepiting) di jemuran rumput laut yang lokasinya tak jauh dari rumah nenek korban.

Menjelang magrib, teman-temannya pulang lebih dulu dan mengira Argha sudah kembali ke rumah.

“Tapi, saat itu tidak pulang-pulang sehingga orangtuanya lakukan pencarian,” ucapnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kata dia, menunjukkan struktur gelagar atau pijakan jemuran rumput laut tersebut dalam kondisi rapuh.

Saat sore hari, kondisi air di bawah kolong dalam posisi pasang dan mulai surut sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat dilakukan pengecekan, ketinggian air maksimal di bawah kolong sekitar 32 sentimeter, sementara jarak gelagar ke permukaan air sekitar 70 sentimeter.

Titik jatuh korban diperkirakan berjarak sekitar 13 meter dari lokasi jenazah ditemukan.

“Tempat tersebut sudah sering digunakan anak-anak untuk bermain dan memasang ambau. Namun secara konstruksi, gelagar terlihat tidak kokoh dan berpotensi membahayakan,” tambah Sunarwan.

Setelah ditemukan, korban sempat dibawa ke Puskesmas Nunukan. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Nunukan.

Piket penjagaan bersama unit Reskrim yang dipimpin Kapolsek Nunukan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Tapi, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak membuat laporan polisi. Surat pernyataan resmi telah dibuat oleh keluarga korban,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page