Tekan Laju Penduduk Bidan Puskesmas Nunukan Ajak Warga Ikut Program KB

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan mengatur jarak kelahiran, pemerintah terus menggalakkan program Keluarga Berencana (KB).

Program ini tidak hanya penting bagi kesehatan ibu dan anak, tapi juga berdampak besar pada kesejahteraan keluarga dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan.

Bidan Puskesmas Nunukan, Daningtyas Rhina Pawitri, mengungkapkan bahwa KB memiliki banyak manfaat, terutama dalam aspek kesehatan reproduksi.

Menurutnya, kehamilan ideal terjadi pada usia 20 hingga 35 tahun.

“Dengan KB, kita bisa mencegah kehamilan di usia terlalu muda atau terlalu tua. Selain itu, tubuh ibu juga diberi waktu untuk pulih, dengan jarak kehamilan minimal dua tahun,” ujar RHINA kepada MataKaltara.com, senin (20/10/2025) siang.

Ia menjelaskan, kehamilan yang terlalu dekat jaraknya dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi.

Sebaliknya, penggunaan KB membantu menghindari kehamilan berisiko tinggi dan memberikan ruang bagi pemulihan fisik serta mental ibu.

Tidak hanya dari sisi medis, KB juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga.

“Orang tua bisa lebih fokus pada pendidikan, gizi, dan kesejahteraan anak-anak. Ini tentu berdampak positif dalam jangka panjang,” tambahnya.

Secara lebih luas, program KB turut membantu negara dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Hal ini memudahkan pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, hingga lapangan pekerjaan yang lebih merata.

Namun, ia tidak menampik bahwa pemasangan alat kontrasepsi bisa menimbulkan efek samping bagi sebagian orang.

“Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah siklus haid tidak teratur, muncul flek di luar siklus, jerawat, bercak gelap di wajah, atau peningkatan berat badan,” jelas Daningtyas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manfaat program KB jauh lebih besar.

“Selain membatasi kelahiran, KB juga berperan dalam mengurangi risiko penyakit, bahkan gangguan mental yang bisa muncul akibat kehamilan yang tidak direncanakan.melalui sosialisasi berkelanjutan, ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya KB semakin meningkat, demi terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas”. tutup Rhina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *