Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus melaksanakan tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (CAPASKI) Tahun 2026.
Salah satu tahapan penting yang telah dilaksanakan adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang digelar pada Kamis (12/03/2026).
Pelaksanaan tes tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan.
Para peserta mengikuti tes dengan penuh semangat sebagai bagian dari upaya untuk menjadi anggota pasukan pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
Tes Wawasan Kebangsaan bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan, ideologi Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penilaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam menyeleksi calon anggota CAPASKI yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Berdasarkan data hasil pelaksanaan tes, jumlah peserta laki-laki tercatat sebanyak 102 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 peserta dinyatakan lolos karena berhasil memperoleh nilai sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sementara itu, 7 peserta laki-laki dinyatakan tidak lolos dan 6 peserta lainnya tidak mengikuti tes pada saat pelaksanaan.
Adapun peserta perempuan berjumlah 71 orang.Dari total tersebut, sebanyak 61 peserta berhasil lolos Tes Wawasan Kebangsaan.
Sedangkan 9 peserta dinyatakan tidak lolos dan 1 peserta tidak mengikuti ujian.
Secara keseluruhan, sebanyak 149 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Admin Transparansi Seleksi CAPASKI Kabupaten Nunukan, Sulaiman, menjelaskan bahwa pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter calon anggota pasukan pengibar bendera.
Menurutnya, anggota CAPASKI harus memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme.
“Tes ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Sulaiman kepada MataKaltara.com, Kamis (12/03/2026).
Ia menambahkan bahwa hasil TWK menjadi salah satu dasar untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Peserta yang memperoleh nilai antara 70 hingga 100 dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke Tes Intelegensia Umum (TIU). Dari hasil tes ini, sebanyak 149 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 88 putra dan 61 putri,” jelasnya.
Sulaiman juga menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi CAPASKI di Kabupaten Nunukan dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar merupakan generasi muda terbaik.
“Kami berkomitmen melaksanakan seleksi secara terbuka dan profesional sehingga peserta yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kualitas terbaik, baik dari segi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, maupun kemampuan intelektual,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan TWK kali ini, terdapat 12 peserta yang berhasil meraih nilai sempurna, yakni 100.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Nunukan memiliki pemahaman kebangsaan yang baik serta semangat nasionalisme yang tinggi.
Tahapan selanjutnya dalam proses seleksi CAPASKI Kabupaten Nunukan adalah Tes Intelegensia Umum (TIU) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 mulai pukul 09.00 WITA.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Pemkab Nunukan berharap dapat menjaring generasi muda terbaik yang nantinya akan mengemban tugas kehormatan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan.
Selain menjadi bagian dari upacara kenegaraan, kehadiran pasukan pengibar bendera juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin, serta cinta tanah air.












