Kaltara

Rute Kapal Jadi Kunci, DPRD Kaltara Usul Jalur Langsung Tarakan–Parepare Demi Kesejahteraan Petani Rumput Laut

×

Rute Kapal Jadi Kunci, DPRD Kaltara Usul Jalur Langsung Tarakan–Parepare Demi Kesejahteraan Petani Rumput Laut

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kondisi harga rumput laut yang timpang antara Tarakan dan Nunukan mendorong DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) turun tangan.

Perbedaan harga yang cukup jauh dinilai bukan disebabkan mutu komoditas, melainkan persoalan distribusi yang belum optimal.

Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, mengungkapkan bahwa petani rumput laut di kawasan Pantai Amal, Tarakan, mengeluhkan selisih harga yang mencapai Rp3.000 per kilogram.

Di Nunukan, harga jual bisa menyentuh Rp11.000 per kilogram, sedangkan di Tarakan hanya berkisar Rp8.000.

“Petani di Tarakan merasa dirugikan. Dengan selisih Rp3.000 per kilogram, tentu dampaknya besar bagi penghasilan mereka,” kata Jufri kepada MataKaltara.com, Minggu (15/02/2026).

Menurut Jufri, hasil penelusuran menunjukkan kendala utama terletak pada jalur pengiriman.

Nunukan memiliki akses pelayaran yang lebih langsung menuju Parepare, Sulawesi Selatan, sehingga biaya logistik lebih rendah.

Sementara itu, pengiriman dari Tarakan kerap harus melalui Nunukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Parepare, membuat ongkos angkut membengkak.

“Akses pelayaran Nunukan lebih efisien karena kapal bisa langsung menuju Parepare. Sedangkan dari Tarakan, jalurnya memutar sehingga biaya tambahan akhirnya dibebankan pada harga beli di tingkat petani,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra itu pun mendorong PT Pelni agar membuka rute langsung Tarakan–Parepare guna memangkas rantai distribusi.

Ia menyebut, meski saat ini rute langsung belum tersedia, terdapat peluang untuk uji coba jalur baru melalui Pantoloan guna memperbaiki efektivitas jadwal pelayaran.

Sebagai alternatif jangka pendek, muncul pula gagasan menambah frekuensi pelayaran ke Nunukan menjadi dua kali dalam sepekan.

Jika terealisasi, kapal dari Tarakan dapat terhubung lebih cepat ke Balikpapan dan selanjutnya ke Parepare.

“Jika jadwalnya tepat, dampaknya bukan hanya untuk distribusi rumput laut, tetapi juga mempermudah mobilitas masyarakat yang hendak ke Parepare,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page